SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Kamis, 29 Desember 2005

JAKARTA-Pemerintah ingin agar melambatnya pertumbuhan ekonomi 2005 tidak berlanjut di tahun 2006. Sebaliknya akan diupayakan membalikkan tren ke arah pertumbuhan.

JAKARTA-Aktivitas ekonomi diprediksi baru akan kembali bergerak setelah semester I 2006 saat dampak inflasi terhadap suku bunga mulai berkurang. 

JAKARTA-Total aset perbankan syariah hingga Oktober 2005 mencapai Rp 18,7 triliun atau sekitar 1,38 persen dari total aset perbankan nasional.

SOLO-Peluang pendirian Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah di wilayah eks-Karesidenan Surakarta masih terbuka lebar dan prospeknya ternyata cukup baik.

YOGYAKARTA-Pakar ekonomi Fakultas Ekonomi UII Yogyakarta, Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc merasa pesimistis, karena tidak mudah mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6,2 persen seperti ditetapkan dalam APBN 2006.

SEMARANG-Untuk mengembangkan unit usaha kecil menengah (UKM) dan koperasi se-Jateng dan DI Yogyakarta, PT (Persero) Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Emas Semarang menggelar Diklat Manajemen Usaha Tingkat Dasar kepada 70 mitra binaannya.

SOLO-Sejumlah pabrik gula (PG) di Jawa Tengah yang selama ini selalu merugi, pada 2005 ini sudah mulai meraih keuntungan. Sejak tahun 1999, sejumlah PG itu setiap tahun tidak membukukan laba. Mereka selalu merugi. Beberapa PG yang selalu merugi itu, antara lain PG Mojo, PG Tasikmadu dan PG Gondang. Pengurus Ikatan Ahli Gula Indonesia (Ikagi) Roeswanto mengatakan hal itu kepada Suara Merdeka di Solo kemarin.

SEJUMLAH tantangan pembangunan perekonomian tahun 2006 siap mengadang. Tahun 2005 yang sebentar lagi ditinggalkan menyisakan catatan yang tak begitu bagus bagi dunia bisnis. Untuk bisa menyiasatinya, Jawa Tengah perlu menyiapkan strategi jitu agar mampu bersaing. Wartawan Suara Merdeka Moh Anhar menuliskannya dalam laporan berseri.

SEMARANG-Pungutan Rp 50 per kg yang dibebankan pada harga gula impor di Jawa Tengah akhirnya sepakat akan dihapuskan. Sebagai pengganti, dana subsidi petani dan pabrik gula (PG) itu akan diupayakan dengan menyisihkan laba importer tertunjuk (IT).

SEMARANG-Bisnis properti tahun 2006 diperkirakan akan mengalami kelesuan. Hal ini dipicu laju inflasi yang masih meninggi dan akan memengaruhi tingkat suku bunga perbankan. Selain itu daya beli masyarakat juga belum mampu terdongkrak, meski awal 2006 sudah mulai diberlakukan upah minimum kota/kabupaten.

SEMARANG-Kondisi perekonomian yang belum pulih sepenuhnya akibat kenaikan harga BBM, diperkirakan tidak terlalu berpengaruh pada pasar elektronik 2006. Pasar elektronik tahun depan diramalkan akan tetap bergairah.

SOLO-Meski sebagai pemegang Public Service Obligation (PSO) akan habis masa berlakunya akhir tahun ini, Pertamina masih akan menjadi andalan dalam distribusi minyak di Indonesia. Pertamina dengan segala infrastruktur yang dimilikinya masih tetap bisa melayani masyarakat.

JAKARTA-Dirjen Bea dan Cukai Depkeu memperkirakan penerimaan bea masuk hanya mencapai Rp 14,86 triliun pada 2005 lebih rendah dari target APBN Perubahan 2005 tahap kedua sebesar Rp 16,59 triliun. Sementara penerimaan negara dari pita cukai diperkirakan sebesar Rp 33,054 triliun dari target APBN-P 2005 tahap kedua Rp 32,44 triliun.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA