logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 29 Desember 2005 OLAHRAGA
Line

Pendukung Italia 40% Wanita

ROMA- Komposisi penggemar sepak bola Italia mengalami pergeseran, karena kini lebih didominasi kaum perempuan. Menurut kantor berita Italia ANSA, klub-klub Serie A Liga Italia telah melaporkan bahwa jumlah penonton perempuan di stadion mengalami peningkatan meyakinkan. Riset yang dilakukan oleh Universitas Roma juga menunjukkan grafik ketertarikan kaum perempuan terhadap sepak bola meningkat.

Badan riset Inggris, Initiative, bahkan memprediksi sebanyak 40 persen dari penggemar sepak bola Italia yang akan mendukung timnas Italia berlaga di Piala Dunia musim panas tahun depan di Jerman adalah kaum perempuan.

Menurut riset Universitas Roma, rata-rata 31-45 perempuan Italia mengenal sepak bola dari anggota keluarga atau teman lak-laki mereka. Satu dari empat perempuan yang mengikuti poling bahkan mengatakan, mereka sangat terkesan akan suasana stadion pada kunjungan pertamanya.

Mereka pun mengaku tidak puas hanya dengan menyemangati klub pujaan dari pinggir lapangan. Suporter perempuan asal Italia juga aktif terlibat dalam kelompok-kelompok penggemar, forum di berbagai situs, radio, dan televisi secara interaktif melalui telepon.

Hampir semua tim Seri A memiliki satu klub suporter perempuan. AC Milan bahkan memiliki lebih dari satu, di antaranya adalah Milan Club Stella yang didirikan pada tahun 1973. Asosiasi Timnas Italia untuk Penggemar Perempuan (ANFISSC) bahkan terdiri atas 40 kelompok.

"Kami menyelenggarakan pertemuan, jamuan makan malam, perjalanan untuk pertandingan tandang dan acara amal penggalangan dana," kata Linda Bianchini, Presiden Klub Penggemar Perempuan AS Roma.

"Yang terpenting, kami mencoba mendorong budaya tidak menonjolkan kekerasan di stadion dan berusaha agar banyak orang yang terlibat, termasuk anak-anak dan penyandang cacat, dalam olahraga ini."

"Ini menunjukkan emansipasi, dan di sisi lain, menunjukkan bahwa olahraga ini merupakan pertunjukkan yang indah," ujar psikoterapi Giulia Remollino yang juga Laziale -sebutan untuk suporter Lazio ini.

"Batasan sosial yang memisahkan kami sudah hilang, jadi lebih mudah untuk bisa terlibat dalam olahraga ini. Tidak ada yang semenarik seperti halnya sepakbola." (rtr,F3,ant-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA