logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 29 Desember 2005 OLAHRAGA
Line

Fabio Capello Tertarik Latih MU

TURIN- Sukses di Italia tidak membuat pelatih gaek Fabio Capello kehabisan obsesi. Dia justru merasa makin tertantang untuk mengarsiteki Manchester United (MU) -klub Inggris- yang sedang goyah, setidaknya untuk masa mendatang. Pelatih Juventus ini berharap bisa berkiprah di Inggris dan melatih skuad Setan Merah untuk melengkapi suksesnya di Eropa.

"Saya senang bersama Juventus dan saya ingin memenangi Seri A dan Liga Champions. Kami memiliki peluang untuk itu. Anda tahu, selalu ada rumor mengenai saya yang dihubung-hubungkan dengan Real Madrid dan MU. Untuk saat ini saya ingin mengakhiri rencana bersama Juve dan kembali melatih mereka lagi," ujar Capello kepada koran Daily Star, Rabu (28/12).

Tapi Capello menambahkan, dirinya tidak menutup pintu untuk membuka peluang berkarier di klub lain, termasuk di antaranya MU. Khusus untuk liga Inggris, Capello menyatakan ingin sekali menjajal kerasnya salah satu liga terbaik dunia itu.

"Saya tidak pernah menutup peluang untuk bekerja di Inggris jika kondisinya tepat. Liga Premier merupakan kompetisi yang sangat menarik dan saya akan membuktikan bisa bekerja di Inggris seperti halnya di Italia atau Spanyol," tandasnya lagi.

Masih Betah

Jika benar Capello ingin berkiprah di Inggris, maka pelabuhan berikutnya mungkin memang MU. Menurut mantan pelatih AC Milan, AS Roma, dan Real Madrid, ini bisa melatih Setan Merah adalah impian yang terwujud.

Capello, yang pernah merebut gelar juara Liga Italia bersama Juventus dan Liga Spanyol bersama Real Madrid, mengatakan bahwa untuk saat ini ia masih betah di Italia. Namun dia mengakui bahwa Liga Inggris sangat menggodanya.

"Melatih Manchester United adalah impian yang menjadi nyata. Semua manajer juga memiliki mimpi yang sama, tetapi saya belum mendapat tawaran dari direktur mereka."

Capello pernah menyatakan ketertarikannya untuk terlibat dalam Liga Premier Inggris dan diperkirakan akan mengajukan diri menjadi pelatih MU ketika pada 2002, Sir Alex Ferguson disangka akan mundur. Namun pelatih MU asal Skotlandia itu mengurungkan rencananya.

MU mengalami goncangan dahsyat dua musim terakhir, dan puncaknya adalah tiga pekan lalu ketika mereka tersingkir dari babak grup Liga Champions, sebuah kemunduran yang dianggap sebagai "tragedi" dan lonceng kematian bagi karier Sir Alex Ferguson.(rtr,F3-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA