| Kamis, 29 Desember 2005 | OLAHRAGA |
6 Bulan di Bank Buana, Langsung JuaraSATU gelar juara nasional bertambah untuk Kota Semarang, setelah Jamed Jalarante asal Sasana Bank Buana mampu mengalahkan Anwar Solohin (Damai Putra Boxing Camp Bogor) di Round to Round Fight TVRI Jumat kemarin. Jamed berhasil memetik kemenangan angka dan merebut gelar nasional kelas welter yr (63,5 kg) versi ATI (Asosiasi Tinju Indonesia) yang lowong, setelah gelarnya dilepas Hengky Tobias, yang menjadi juara Asia versi PABA (Pan Asian Boxing Association) ad interim, Agustus lalu. Artinya pula, kini Semarang memiliki tiga gelar juara nasional. Dua mahkota nasional lainnya, yakni kelas bulu (57,1 kg) atas nama Roy Mukhlis dan kelas super bulu (58,9 kg) dari Monte Negro, keduanya dari Sasana Bank Buana. Jamed, termasuk pendatang baru di orbit nasional dan masih minim pengalaman. Rekor kemenangannya pun baru 10 kali (tiga dengan KO)-sekali kalah dan sekali seri. Sebelum meraih juara nasional, ia telah menghancurkan sederet petinju tangguh, yakni menang angka 10 ronde atas Rustam Anwar (clash I), menang KO di ronde kelima atas Rustam Anwar (clash II) dan menang angka atas petinju kuat Jack Macan dari Sasana Kodam Siliwangi Bandung, Oktober lalu. Hal inilah yang membuat promotor Temuzin Rambing berani mengorbitkan Jamed ke title fight nasional, kendati baru bergabung di Bank Buana 6 bulan. Atlet kelahiran Pandeglang (Jabar) 21 tahun silam ini rnempunyai motivasi yang kuat merebut juara nasional, menyusul dua rekannya. Untuk itulah ia harus rela berlatih habis-habisan di Lembang (Bandung). Ia pun harus mandi keringat untuk berlatih fisik dan teknik dengan mitra tanding Roy Mukhlis, Ricky La Hoya, Richard Samosir, Khoirul Huda, Sujatmiko dan lain-lainnya. Kemudian di atas ring, ia juga mengikuti instruksi kedua pelatih, Sonny Rambing dan Matukar untuk bertarung menjaga jarak renggang, sehingga ia menuai sukses. Kalau toh ia gagal menang KO, sebab ia belum memiliki pukulan mematikan. Kombinasi pukulannya terbilang masih lemah, terutama akurasi hook dan upper cut-nya. Untuk perebutan gelar PABA, atlet berpostur jangkung (181 cm, 63,5 cm) ini perlu banyak mempertebal jam terbang. Minimal ia butuh lima kali mempertahankan gelar nasional dan lima kali bertarung melawan petinju asing. Teknik Jamed memang belum istimewa, ia masih banyak membutuhkan banyak polesan. Namun ia tetap harus bersyukur kepada Tuhan atas keberhasilannya merebut juara nasional ini. (Paulus Noor Mulia-28). |