| Kamis, 29 Desember 2005 | OLAHRAGA |
Gubernur Ingatkan Empat Bupati
GROBOGAN - Setidaknya sebanyak 335 atlet putra-putri dari 31 Pengcab PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) kabupaten/kota mengikuti kejuaraan daerah (Kejurda) tenis meja Kelompok Umur XXV 2005 untuk memperebutkan piala bergilir Gubernur Jateng. Dengan demikian, ada empat kabupaten yang tidak hadir dalam pembukaan kejurda yang dilangsungkan di pendapa Kabupaten Grobogan, Rabu (28/12) malam, yakni Temanggung, Brebes, Pemalang, dan Boyolali. Karena itu, Gubernur Mardiyanto mengingatkan bupati keempat daerah tersebut agar aktif membina olahraga di daerahnya. ''Kenapa masih ada empat kabupaten yang tidak mengirim? Apakah mereka tidak punya atlet sama sekali atau bagaimana? Nanti, saat saya menyerahkan dokumen anggaran satuan kerja kepada bupati-bupati, tolong diingatkan untuk mengabsen empat kabupaten yang tidak hadir itu,'' kata Gubernur Jateng H Mardiyanto, saat memberikan sambutan Pembukaan Kejuaraan Daerah Tenis Meja Kelompok Umur XXV-2005 dan peresmian Lapangan Tenis Indoor GOR Simpanglima, Purwodadi. Lebih lanjut Gubernur mengatakan, Kejurda ini merupakan wahana yang sangat tepat bagi pembinaan dan peningkatan prestasi, sekaligus ajang kaderisasi atlet tenis meja Jawa Tengah. ''Peningkatan prestasi ini terasa semakin penting, karena persaingan antar atlet, khususnya tenis meja semakin ketat dan berat,'' katanya. Peningkatan Prestasi Gubernur mengharapkan Kejurda tersebut mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi kemajuan pembinaan olahraga dan peningkatan prestasi atlet tenis meja menuju PON XVII. Begitu juga dengan keberadaan lapangan tenis indoor GOR Simpanglima, Purwodadi itu. ''Untuk itu, kepada semua pihak, utamanya para pembina olahraga dan atlet tenis agar dapat mendayagunakan fasilitas yang representatif ini secara optimal,'' jelasnya. Ditambahkannya, dalam setiap penyelenggaraan PON, Jawa Tengah masih belum dapat memperbaiki peringkat, yakni masih tetap bertengger di urutan keempat. Bahkan, pada PON XVI lalu, Jateng hampir saja tegelincir peringkatnya. ''Kenyataan tersebut, hendaknya menggugah kita semua untuk bekerja lebih optimal serta meningkatkan pembinaan secara profesional. Tentunya, ini dapat tercapai dengan baik apabila semua komponen mau dan mampu menyatukan daya dan dana serta memiliki visi, persepsi, dan obsesi yang sama,'' tandasnya. Sementara itu, Ketua Umum Pengda PTMSI Jateng Drs Kusdijanto BW MM mengatakan, kelompok yang dipertandingan dalam kejurda, meliputi kelompok pemula putra/ putri usai maksimal 12 tahun, kelompok kadet putra/putri usai maksimal 14 tahun, kelompok yunior putra/ puti usia maksimal 17 tahun, dan kelompok remaja putra/ putri usia maksimal 25 tahun. ''Kejurda ini merupakan program tahunan Pengda PTMSI Jateng dalam rangka pembinaan dan mencari bibit atlet petenis meja,'' katanya. Sementara itu, tim tenis meja Solo yang memberangkatkan 21 atlet dan lima pelatih, dengan target juara umum.Target ini dinilai wajar karena persiapan telah dilakukan jauh hari sebelumnya.(H3,P44-28) |