| Kamis, 29 Desember 2005 | OLAHRAGA |
Sepuluh Wasit Jateng Bertugas di Liga IndonesiaSEMARANG- Menyongsong kompetisi Liga Djarum 2006, Badan Liga Indonesia (BLI) sudah mempersiapkan 90 wasit yang terdiri atas 45 wasit utama dan sisanya asisten wasit. Mereka merupakan wasit-wasit pilihan yang telah lulus seleksi di Cimahi, Bandung, 4-9 Desember lalu. Dari jumlah yang terseleksi, sepuluh di antaranya berasal dari Jawa Tengah. Namun, tidak semua wasit asal Jateng dijadikan wasit utama. Hanya enam orang yang ditunjuk menjadi wasit utama , yaitu Alil Rinenggo, Madenuh dan Joko Mulyono (Semarang), Mukhlis (Kendal), dan Supriyatin (Magelang), dan Suginal (Ambarawa). Sedangkan sisanya, Kundori, Supriyanto (Semarang), Tavif (Wonosobo) dan Didi (Purworejo) jadi asisten wasit. "Suatu kehormatan bila bisa memimpin pertandingan di Liga Indonesia. Tugas tersebut akan kami laksanakan sebaik-baiknya untuk menepis anggapan miring tentang wasit selama ini," terang Alil Rinenggo, kemarin. Peraturan Selama ini, korps pengadil lapangan hijau sering menjadi kambing hitam di setiap pertandingan. Kepemimpinan mereka dianggap kurang memuaskan salah satu tim, khususnya yang kalah. Menurut Alil, pandangan yang terus memojokkan wasit tersebut tidak lepas dari ketidakpahaman masyarakat terhadap peraturan-peraturan pertandingan. Apalagi, saat ini banyak peraturan yang sudah berubah. Contohnya tentang offside, hands ball dan lainnya. "Sayangnya, peraturan-peraturan tersebut kurang tersosialisasikan ke pemain, pelatih dan penonton. Ketidaktahuan tersebut membuat mereka sering menyalahkan wasit," katanya. Dia mengemukakan seleksi wasit di Cimahi berjalan sangat ketat. Pada pembekalan tahap pertama, wasit yang ikut serta sebanyak 112 orang. Dari jumlah tersebut, yang lulus dengan predikat memuaskan adalah 56 orang, 22 dengan hasil cukup, dan sisanya dianggap belum memenuhi standar. Setelah para wasit Divisi Utama telah digodok pada 4-9 Desember, giliran wasit Kompetisi Divisi I yang akan memperoleh pembekalan 3-5 Januari mendatang. Pada 6 Januari, perwakilan panitia pelaksana (panpel) klub Divisi Utama yang akan mendapat pembekalan. (H13-22) |