logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 29 Desember 2005 OLAHRAGA
Line

Dana dari Sponsor Ditarget Rp 2,1 Miliar

JEPARA- Manajemen Persijap dipastikan akan "menjual" stadion Kamal Djunaidi dan kaus tim pemain, untuk memenuhi target pendapatan klub dari pihak swasta.

Hanya dari sponsor, klub menargetkan Rp 2,1 miliar. Selain dari sponsor, klub membidik tiga sumber penerimaan lain di luar APBD.

"Kami telah memperhitungkan kebutuhan. Jika sumber pendapatan dari swasta ini tidak memenuhi target, kami akan sangat kesulitan. Karena itu mau tidak mau kami harus memanfaatkan 'lebar lapangan' untuk menggali dana," kata Manajer Setiyono dalam rapat manajerial baru-baru ini.

Dijelaskan, beberapa sisi lapangan yang akan dipromosikan kepada perusahaan-perusahaan itu antara lain, billboard di tepi lapangan sebelah timur, selatan, dan utara. Bahkan sisi barat yang pada musim kompetisi tahun lalu kosong, menurut rencana juga akan jadi arena promosi.

Manajemen juga akan memanfaatkan papan skor , tutup bangku pemain, tutup bangku pengawas pertandingan, tower lampu stadion di empat sudut lapangan, dan baliho jadwal pertandingan sebagai sumber pendapatan.

Demikian halnya kaus tim pemain, mulai dari celana, bagian lengan, dada, punggung kaus pemain juga mulai ditawarkan ke perusahaan swasta. "Dari iklan-iklan ini kami berharap mendapatkan Rp 2,1 miliar," jelasnya.

Dari tiket pertandingan, dipatok target Rp 1,7 miliar hingga Rp 2 miliar pada 13 laga kandang yang akan dijalani selama satu musim kompetisi. Dengan jumlah partai kandang yang sama, musim 2005 lalu pendapatan dari tiket mencapai Rp 1,6 miliar.

Penonton

Saat itu, Laskar Kalinyamat memainkan satu pertandingan kandang tanpa penonton. "Di Wilayah Barat, lawan kami nanti adalah tim-tim besar, dan kemungkinan bisa menyedot penonton lebih banyak," lanjutnya.

Sumber pendapatan lain adalah dari donatur. "Kami berharap ada sebagian orang-orang di Jepara yang terketuk hatinya untuk ikut nyengkuyung pendanaan klub," tuturnya. Kecuali itu pihaknya juga mengharapkan subsidi dari PSSI.

Hingga kini, lanjutnya, belum ada pengumuman nominal resmi berapa subsidi untuk setiap klub pada musim kompetisi 2006. "PSSI masih melakukan pembicaraan dengan sponsor utama kompetisi," katanya.

Dari APBD setempat, klub telah mengajukan Rp 6 miliar. Ditambah alokasi dana dari APBD Jateng yang kemungkinan jumlahnya sekitar Rp 350 juta. Padahal, untuk kebutuhan kontrak dan gaji pelatih dan pemain mencapai Rp 5,5 miliar.

Jika Persijap masih membutuhkan satu pemain gelandang bertahan dan seorang kiper, maka kebutuhan dana tentu akan lebih besar. Selama satu musim kompetisi untuk biaya katering saja mencapai Rp 600 juta. Belum biaya perlengkapan dan kesehatan.

Total anggaran kebutuhan di 26 pertandingan pada partai kandang maupun tandang mencapai Rp 11,6 miliar. Angka kebutuhan ini belum termasuk jika Persijap lolos ke babak 8 besar.

"Karena itu kami akan melakukan efisiensi pembiayaan, termasuk dalam penyelenggaraan pertandingan di kandang dan bebera- pa pengeluaran untuk partai tandang. Kami berharap langkah efisi-ensi ini nanti bisa dilakukan dan yang juga sangat penting kami berupaya target pendanaan yang kami rancang berhasil," harapnya. (H15-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA