| Kamis, 29 Desember 2005 | OLAHRAGA |
Pelita Jaya Tak Terpengaruh Isu Diuntungkan oleh Kasus PersebayaJAKARTA--Pelita Jaya dalam waktu dekat akan segera pindah ke Purwakarta sehingga namanya menjadi Pelita Jaya Purwakarta. Hal itu dikemukakan Manajer Tim Rahim Sukasah di Jakarta, Selasa lalu. Pihaknya saat ini juga tengah mempersiapkan diri mengikuti babak play-off. Persiapan dilakukan antara lain dengan uji coba. Mereka telah mengalahkan Setia, Jayakarta, dan legiun asing dalam program latih tandingnya. Dalam masa persiapan ini, pihaknya tidak terpengaruh dengan pemberitaan mereka telah diuntungkan adanya babak play-off yang akan diselenggarakan oleh PSSI untuk mencari pengganti Persebaya, tim yang telah diputuskan terdegradasi ke Divisi I. Bagi Pelita Jaya, yang terpenting kini adalah menunjukkan diri pantas berkompetisi di Divisi Utama, tidak semata diuntungkan oleh adanya babak tersebut. "Para pemain kami sama sekali tidak terpengaruh oleh adanya isu-isu tidak mengenakkan, sebab yang paling penting saat ini adalah menunjukkan kepada masyarakat Pelita Jaya memang pantas untuk tampil di Divisi Utama. Para pemain akan berjuang sebaik mungkin untuk meraih tempat di Divisi Utama itu," ujar Rahim. Dalam pandangannya, wajar kalau klub yang di mata masyarakat dikenal sebagai milik keluarga Bakrie ini dikait-kaitkan dengan keputusan diturunkannya Persebaya ke Divisi I. Apalagi keputusan itu sekaligus menyebabkan tampilnya Pelita Jaya yang sebelumnya terdegradasi ke Divisi I, untuk mengikuti putaran tersebut. Kesempatan Dikemukakannya, seandainya Persebaya tidak terdegradasi pun, dia tetap akan memperjuangkan klubnya kembali ke Divisi Utama. "Sekarang ada kesempatan kami untuk lolos ke Divisi Utama melalui babak itu, ya akan kami perjuangkan dengan maksimal," tegas Rahim, yang pernah membawa klub ini sangat disegani di blantika sepak bola nasional pada era 1980-an. Rahim mengakui dirinya tidak tahu persis soal babak ini, termasuk tim-tim mana saja yang akan bertanding. "Itu buktinya kalau saya tidak konsentrasi untuk menghadapinya," katanya. (wgm-22) |