| Kamis, 29 Desember 2005 | MURIA |
Studi Banding Dianggap PentingREMBANG - Ketua Panitia Khusus (Pansus) I DPRD yang membahas Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Rembang 2006 - 2010 Cholid Suyono SH menyatakan studi banding ke Jakarta dan Bogor pada 2-6 Januari 2006 mendatang, sangat penting. Dia juga membantah anggapan warga masyarakat bahwa studi banding Pansus I RPJMD DPRD hanya akal-akalan untuk menambah uang saku. "Studi banding bukanlah untuk mencari uang saku seperti yang dituduhkan warga. Kami berpendapat, studi banding itu merupakan sebuah keperluan agar semua anggota Pansus I memperoleh wawasan luas dengan cara membandingkan RPJMD Kabupaten Rembang dengan daerah lain yang telah membuat dan melaksanakan RPJMD," tandas Cholid, kemarin. Anggota legislatif asal Sarang ini kemudian menerangkan, RPJMD merupakan pijakan Pemkab untuk lima tahun mendatang. Jika tidak melalui sebuah studi banding yang komprehensif ke daerah lain yang lebih maju, dia khawatir RPJMD 2006-2010 itu akan stagnan. "Dengan kunjungan ke daerah yang lebih maju, kami berharap memperoleh gambaran mengenai strategi peningkatan dan pengoptimalan pendapatan asli daerah. Setelah itu, kami akan mencoba menerapkannya pada RPJMD Kabupaten Rembang," ungkapnya. Secara terpisah, Arief Suseno yang mengkritik rencana studi banding Pansus I mengatakan, sebaiknya anggota DPRD meminjam RPJMD dari daerah lain yang telah membuat dan melaksanakannya. "Sewaktu-waktu, anggota DPRD bisa belajar dari buku RPJMD daerah lain tersebut. Bukankah sama saja jika belajar dari buku RPJMD daerah lain. Apalagi, itu tidak memboroskan anggaran," tuturnya. Seperti diberitakan sebelumnya, rekomendasi Pansus I DPRD Kabupaten Rembang ditentang keras masyarakat. Studi banding ke Jakarta dan Bogor yang akan dilakukan Pansus I tersebut dianggap sebagai akal-akalan anggota DPRD untuk mendapatkan tambahan uang saku. (moe-15m) |