| Kamis, 29 Desember 2005 | MURIA |
Lagi, Dua Penderita DBD di Pati MeninggalPATI - Dua warga Pati penderita demam berdarah dengue (DBD), Selasa (27/12) lalu meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Mardi Rahayu Kudus. Salah seorang di antaranya, Yudha Bagus (3) asal Desa Sidomukti Kecamatan Margoyoso, secara resmi telah dilaporkan ke pihak Puskesmas Margoyoso. Menurut Kasubdin Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (P2MPLP) dokter H Edi Sulistyono, seorang korban lagi baru dilaporkan secara lisan. Korban itu berasal dari Desa Payang Kecamatan Pati. Dengan kematian dua korban DBD itu, terhitung sejak Januari hingga Desember 2005, jumlah korban meninggal akibat serangan penyakit tersebut 9 orang. Sementara itu, jumlah penderita yang dirawat di beberapa rumah sakit, terbanyak pada Desember ini, yaitu 126 orang. Jumlah korban diperkirakan terus bertambah menjelang Tahun Baru 2006. Sehubungan dengan hal tersebut, menurut Edi, pihaknya harus ekstrakeras melakukan pencegahan dengan cara memprioritaskan pengasapan di Sidomukti. Pelaksanaannya dijadwalkan Rabu (28/12) kemarin. Apalagi, sebelum Yudha Bagus meninggal, salah seorang kakaknya terlebih dahulu terserang DBD. "Untuk pengasapan di Desa Payang, kami baru menjadwalkan Senin (2/1) 2006 yang akan datang," ujarnya. Tambah Satu Upaya pencegahan serupa, dalam minggu telah disiapkan, masing-masing di Desa Grogolan Kecamatan Dukuhseti, Kayen (Margoyoso), Pecangaan (Batangan), Growong Lor (Juwana), Badegan (Margorejo), Geritan dan Kauman, Kelurahan Pati Kidul (Pati), dan Desa/Kecamatan Tambakromo. Karena dana untuk keperluan itu pada Desember 2005 sudah habis, kegiatan akan memakai dana mendahului APBD 2006. "Pelaksanaan tutup anggaran telah berakhir Senin (26/12) lalu. Karena itu, dana kegiatan pengasapan setelah tanggal itu hingga Januari 2006, masuk anggaran Januari tahun yang sama." Oleh sebab itu, sepanjang tersedia dana, Subdin P2MPLP akan mengambil langkah cepat untuk penanganan dan pencegahan. "Apalagi, masalahnya menyangkut upaya penyelamatan jiwa penderita. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk tidak menaruh kepedulian." Menyinggung tentang penyakit lain, yakni kaki gajah, Edi mengutarakan, pihaknya sudah menyusun jadwal pengambilan sampel darah warga Desa Bringin Kecamatan Juwana. Proses itu dilakukan pada malam hari. "Hingga saat ini, baru ditemukan lagi seorang penderita, yaitu Samsi (60) warga Ngebak, Desa/Kecamatan Jakenan."(ad-61m) |