logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 29 Desember 2005 MURIA
Line

Kaus Pelaku Ditemukan

  • Kematian Seorang Nenek

JEPARA - Hingga kemarin, pembunuh Waginah (65) warga RT 7 RW 2 Desa Mindahan Kidul Kecamatan Batealit, belum tertangkap. Perkembangan terakhir, petugas menemukan kaus yang dikenakan pelaku.

Kapolres Jepara AKBP Drs Fakhrizal melalui Kapolsek Batealit Iptu Heri DS mengatakan, Abdullah alias Dullah (20) tetangga korban yang dicurigai, sudah dinyatakan sebagai tersangka.

"Barang bukti yang menguatkan sangkaan selain cutter adalah kaus biru dengan bercak darah. Kaus yang dipakai tersangka ketika memijat korban pada Selasa sore, ditemukan di rumahnya. Setelah membunuh, tersangka sempat mengganti pakaian di rumah, lantas pergi," ungkap Kapolsek.

Barang bukti itu diperoleh setelah polisi pada Selasa malam mengerahkan anjing pelacak. Sebagaimana diberitakan Suara Merdeka Rabu (28/12), Waginah tewas di atas kasur di rumah, dengan luka menganga pada leher akibat digorok cutter. Polisi melakukan pengejaran, setelah menerima laporan atas kejadian yang mengagetkan warga setempat itu.

Kain Pembungkus

Sementara itu, Kaurbinops Satreskrim Iptu Kumija SH membenarkan penemuan barang bukti baru tersebut.

Bahkan, polisi menemukan kain yang dipakai pelaku untuk membungkus gagang cutter agar sidik jarinya tak diketahui. Lewat anjing pelacak pula, polisi memperoleh kesimpulan, seusai membunuh, tersangka mencuci tangan dan pakaian di sebuah kamar mandi milik tetangga yang berada 100 meter dari rumah korban.

"Posisi kamar mandi itu memang menjorok keluar dan orang lewat pun bisa masuk. Setelah mencuci pakaian, pelaku pulang ke rumah. Meski demikian, masih ada bercak darah pada kaus pelaku," ungkapnya.

Menurut dia, setelah menghabisi korban, tersangka meminjam motor milik kawan untuk pergi ke terminal. Diperkirakan, tersangka akan membeli tiket bus jurusan Jakarta. Sebab berdasar keterangan keluarga, tersangka bekerja di Jakarta sebagai tukang kayu. Baru tiga hari tersangka pulang. Informasi terakhir, sepeda motor Yamaha Yupiter milik kawan tersangka itu dikembalikan beberapa saat setelah pembunuhan.

Lebih lanjut dia mengatakan, Deni si pemilik kendaraan, shock begitu mendengar Abdullah baru saja melakukan pembunuhan. "Dia shock karena tidak mengira temannya itu baru saja menghabisi korban." lanjutnya.

Hingga kemarin, saksi yang menguatkan tersangka sebagai pelaku hanya Purwanto (11), adik kandung Bambang (37). Saat kejadian, korban hanya sendirian di rumah Bambang, menantunya.

Siang hari sebelum kejadian, Purwanto melihat tersangka memijat korban di rumah itu. Sejak pembunuhan pada Selasa sore, polisi terus melakukan pengejaran. (kar,H15-61m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA