| Kamis, 29 Desember 2005 | SEMARANG |
Hindari Macet, Rute Jalan Dialihkan
UNGARAN - Untuk menghindari kemacetan menjelang pergantian tahun di lokasi wisata Candi Gedongsongo, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Semarang bersama Dinas Perhubungan (Dishub), telah menyiapkan rute jalan alternatif untuk kendaraan roda empat dan roda dua. Seperti diketahui, di tempat rekreasi keluarga yang berada di Desa Candi, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, sehari menjelang tahun baru selalu macet karena banyak dikunjungi orang. Selain menyiapkan rute khusus, petugas juga memberlakukan sistem buka tutup pada jam-jam tertentu. ''Pada Sabtu (31/12), kami masih membuka tiga jalan yang menuju Bandungan dan Gedongsongo. Tiga jalan tersebut dari arah Kecamatan Ambarawa, Tegal Panas atau Jimbaran, dan pertigaan Lemah Abang Kecamatan Bergas,'' kata Kasatlantas AKP Nasikun, Rabu (28/12). Dia memaparkan, sejak pukul 00.00 atau memasuki tahun 2006, jalan dari Ambarawa menuju kawasan Bandungan ditutup hingga volume kendaraan yang hendak keluar dari lokasi wisata sudah berkurang. ''Jadi, bila pengunjung ingin naik ke Bandungan, bisa melalui Tegal Panas - Jimbaran, dan Lemah Abang.'' Selanjutnya, memasuki pukul 15.00 pada Sabtu (31/12), petugas memecah lalu lintas bagi pengendara kendaraan roda empat dan roda dua yang menuju Candi Gedongsongo. ''Bagi kendaraan roda empat yang akan ke wisata candi bisa melalui pertigaan SPBU Gedongsongo (dari Bandungan ke kanan-Red) dan berhenti atau parkir di lapangan yang biasa digunakan motor cross,'' terangnya. Disiapkan Angkudes Dari area parkir kendaraan roda empat itu, petugas menyiapkan 20 angkudes untuk mengangkut pengunjung yang akan menuju lokasi wisata candi. ''Jadi, yang boleh naik hingga area parkir di pelataran Candi Gedongsongo hanya kendaraan roda dua,'' tandas dia. Pada Sabtu (31/12) pukul 15.00, kendaraan roda dua yang hendak ke lokasi candi hanya boleh melalui jalan alternatif dari pertigaan Desa Larangan menuju Kecamatan Sumowono. Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dishub Puguh Wijoyo melalui Kasi Ketertiban Lalu Lintas Djoko Noerjanto menerangkan, pihaknya juga menyiapkan sekitar 35 personel yang akan stand by di semua titik jalur yang digunakan pengunjung dan warga pada umumnya. (H14-37) |