| Kamis, 29 Desember 2005 | INTERNASIONAL |
Narapidana Menyandera 200 Pembesuk di PenjaraBRASIL - Tawanan di penjara Urso Branco di Porto Velho, ibu kota Rondonia di Brasil utara, telah menyandera lebih dari 200 pengunjung yang sedang besuk di penjara itu. Peristiwa rusuh itu berkobar sejak Minggu lalu tetapi baru diungkapkan polisi militer Rabu kemarin. Para tawanan itu menuntut dikembalikannya pemimpin mereka ke penjara tersebut. Edinildo de Souza, alias Birrinha, Kamis lalu dipindahkan ke penjara Nova Amore, 200 km jauhnya dari lokasi penjara Urso Branco. Birrinha ditahan karena dianggap bertanggungjawab atas kerusuhan berdarah pada April 2004 yang menyebabkan 14 orang tewas. Dia dituduh me-menggal empat tawanan. Juru bicara polisi miiiter Lenilson Guedez mengatakan, pemerintah negara bagian telah setuju untuk mengembalikan Birrinha dengan syarat para narapidana membebaskan sandera mereka. Kelompok narapidana itu juga minta kondisi yang lebih baik, diakhirinya pemindahan keluar dari penjara itu, dan kunjungan oleh pengawas hak asasi manusia. Mereka juga menuntut pemecatan seorang pengacara yang tidak mereka sukai dari tugasnya. Namun, para pejabat tidak me-ngatakan apakah mereka merencanakan untuk mengabulkan permintaan itu atau tidak. Polisi mengatakan, semua san-dera adalah keluarga para narapidana. Polisi menambahkan, tidak ada konfirmasi tentang klaim para narapidana itu bahwa mereka telah membunuh sedikitnya 10 narapidana lain dalam kerusuhan tersebut.(ant-25) |