| Kamis, 29 Desember 2005 | EKONOMI |
Pasar Elektronik 2006 Masih MenjanjikanSEMARANG-Kondisi perekonomian yang belum pulih sepenuhnya akibat kenaikan harga BBM, diperkirakan tidak terlalu berpengaruh pada pasar elektronik 2006. Pasar elektronik tahun depan diramalkan akan tetap bergairah. Managing Director PT Niko Elektronik, Han dan Managing Director Global Elektronik, Gouw Andy Siswanto mengatakan hal itu kepada Suara Merdeka, kemarin. Han menjelaskan, kenaikan BBM pada Oktober 2005 benar-benar menghantam pasar elektronik 2005 dan ini di luar perhitungan banyak pengusaha. Sebelum kenaikan BBM, masyarakat masih dapat menyisihkan sebagian pendapatan (ditabung), selanjutnya digunakan untuk belanja elektronik. Secara keseluruhan penjualan produk Niko pada 2005 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, meski belum memenuhi target. "Untuk 2005, kami menargetkan peningkatan penjualan sebesar 20 persen, tetapi hingga hari ini (Rabu-Red) baru tercapai 5-10 persen saja. Khusus produk TV dan AC, kami menargetkan peningkatan penjualan sebanyak 25.000 unit dan 10.000 unit, tetapi baru tercapai sekitar 50 persen," ungkapnya. Dengan situasi perekonomian dan sejumlah faktor lain yang belum pasti, diperkirakan pasar elektronik 2006 relatif stabil dibandingkan 2005. "Karena itu, untuk 2006 kami menargetkan pertumbuhan yang sama dengan 2005 sebesar 20 persen." Produk terbaru yang menjadi unggulan Niko, yakni AC touch screen. Keunggulan produk ini, electrostatic (membunuh kuman), hemat listrik, tidak berisik, blue fin (tidak berkarat), serta kompresor dari merek terkenal. Jenis yang ditawarkan, yakni 2PK 1 phase, 3 PK 3 phase, 5 PK 3 phase, dan yang paling terbaru adalah 3 PK 1 phase, yang membidik pasar konsumen dari kalangan perumahan. Untuk menggenjot angka penjualan, Han mengungkapkan, pihaknya mengutamakan layanan prima kepada konsumen. "Apabila ada TV atau AC konsumen yang rusak dan tidak dapat diperbaiki di tempat (on the spot), pihaknya akan meminjamkan barang yang lain untuk digunakan konsumen. Selama masih dalam waktu garansi, maka tidak akan dikenakan biaya apa pun," jelasnya. Stabil Sementara itu, Gouw Andy menuturkan kondisi pasar elektronik 2005 relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Namun di akhir tahun 2005, beberapa produk mengalami peningkatan penjualan yang cukup drastis, terutama untuk mengabadikan perayaan pergantian tahun baru. Produk itu, yakni kamera digital, handycam, dan MP3. Secara keseluruhan, tahun ini, produk elektronik yang paling banyak diminati konsumen, yakni TV. "Banyaknya siaran langsung sepakbola mancanegara di berbagai stasiun TV ikut mendongkrak angka penjualan TV," tuturnya. Berdasarkan peningkatan penjualan di Global sebesar 40% pada tahun ini, dia optimistis pasar elektronik 2006 masih akan bergairah. Apalagi harga bahan baku utama elektronik, seperti baja, besi, dan plastik relatif stabil, sehingga harganya diperkirakan tidak akan mengalami kenaikan. Selain itu, semua produk Hi-End harganya sudah semakin turun, sehingga akan menarik minta masyarakat untuk membelinya. Contohnya, TV plasma dan LCD yang diawal tahun berkisar Rp 50 juta-Rp 60 juta, saat ini sudah turun menjadi Rp 25 juta -Rp 30 juta. Melihat peluang pasar itu, Andy mengungkapkan, akan membuka toko baru di Jalan Pandanaran 102 Semarang pada awal 2006. Toko ini untuk men-display semua produk Hi-End, sehingga dapat lebih dikenal masyarakat. (H10-33) |