logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 29 Desember 2005 EKONOMI
Line

PG Mulai Raih Keuntungan

  • PG Cepiring Juli 2005 Berproduksi Lagi

SOLO-Sejumlah pabrik gula (PG) di Jawa Tengah yang selama ini selalu merugi, pada 2005 ini sudah mulai meraih keuntungan. Sejak tahun 1999, sejumlah PG itu setiap tahun tidak membukukan laba. Mereka selalu merugi. Beberapa PG yang selalu merugi itu, antara lain PG Mojo, PG Tasikmadu dan PG Gondang.

Pengurus Ikatan Ahli Gula Indonesia (Ikagi) Roeswanto mengatakan hal itu kepada Suara Merdeka di Solo kemarin. Dikatakan, dari delapan PG yang ada di Jateng, beberapa di antaranya selalu merugi. Penyebabnya terkait terpuruknya harga gula dan kurangnya bahan baku gula, yaitu tebu.

Alasan lain, karena mesin-mesin pabrik sudah berusia tua. Sejak 1999, kata dia, sejumlah PG itu menderita kerugian bervariasi antara Rp 10 miliar sampai Rp 60 miliar per tahun.

Padahal saat itu keran impor gula dibuka penuh, sehingga harga gula dalam negeri menjadi terpuruk. Akibatnya, petani tidak mau lagi menanam tebu. PG pun tidak bisa berproduksi dengan kapasitas penuh, dan akhirnya kekurangan bahan baku.

Alasan pabrik terus beroperasi meski terus merugi, lanjutnya, terkait banyaknya jumlah karyawan. "Selama masih mampu membayar biaya variabel, kita masih terus pertahankan," katanya.

Sehubungan dengan stabilnya harga gula dalam dua tiga tahun terakhir, dia mengungkapkan karena petani sudah mau menanam tebu lagi. PG yang tadinya masa gilingnya hanya 100 hari, sekarang ini sudah meningkat menjadi 130 hari, bahkan ada yang sudah mencapai masa giling 150 hari.

Tahun ini sejumlah PG yang merugi itu mulai membukukan keuntungan. Pada 2005 ini seluruh PG di Jateng membukukan keuntungan Rp 20 miliar. Prediksi 2006, keuntungan itu diharapkan bisa meningkat. Upaya meraih keuntungan lebih besar itu, antara lain dengan melakukan penanaman tebu memakai varietas baru yang dapat menghasilkan rendemen tinggi, sehingga produksi meningkat.

Dioperasikan

Ia juga mengungkapkan, PG Cepiring di Kendal yang sejak tahun 1998 tidak berproduksi akan dioperasionalkan kembali. Pengoperasian itu bekerja sama dengan swasta. "Mungkin pertengahan Juli atau Agustus 2006 PG Cepiring sudah bisa berproduksi," katanya.

Pada awal produksi nanti, hanya untuk mengolah raw sugar. Kapasitas pengolahan raw sugar mencapai 500 ton sehari.

Setahun kemudian (tahun 2007), PG Cepiring mulai menggiling tebu. Dengan beroperasinya PG Cepiring di Kendal, otomatis akan dapat mengurangi jumlah impor gula. Hal itu juga seiring dengan program akselerasi pemerintah, tahun 2007 atau 2008 Indonesia akan berswasembada gula. (bt-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA