| Kamis, 29 Desember 2005 | EKONOMI |
Kembangkan UKM, Pelabuhan Kucurkan Dana Rp 1,7 MiliarSEMARANG-Untuk mengembangkan unit usaha kecil menengah (UKM) dan koperasi se-Jateng dan DI Yogyakarta, PT (Persero) Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Emas Semarang menggelar Diklat Manajemen Usaha Tingkat Dasar kepada 70 mitra binaannya. Dalam acara yang digelar, Rabu-Jumat (28-30/12) di Gedung Pusat Diklat Badan Kredit Kecamatan (BKK) di Jalan Supriyadi itu, akan dikucurkan dana pinjaman lunak sebesar Rp 1,7 miliar. Ke-70 mitra binaan itu, terdiri atas 67 UKM dan tiga unit koperasi. Sebagian dari UKM terdiri atas usaha industri rumah tangga berupa mebelair, garmen, furnitur, perikanan, ternak sapi, dan kerajinan tangan. Sebagian dari mereka telah berhasil ekspor produknya ke sejumlah negara. General Manajer (GM) PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Emas Semarang, Ir Achmad Barata MSc mengemukakan, kegiatan itu sebenarnya bagian dari pemenuhan instruksi menteri BUMN agar setiap BUMN menyisihkan 5% dari keuntungan yang diperoleh untuk mengembangkan kelompok usaha kecil dan menengah. Bentuknya, kata dia, memberikan diklat dan pengucuran pinjaman lunak. Diharapkan, materi diklat yang diperolah bisa dimanfaatkan untuk mengelola dana yang diterima para UKM dan koperasi. Tujuannya, tercipta para pengusaha nasional di daerah yang andal dan tangguh. "Progam ini hanya ditujukan kepada para pengusaha yang memiliki omzet maksimal Rp 1 miliar/tahun. Di atas nilai itu, maka kami menganggap pengusaha tersebut mampu mencari pinjaman di bank," katanya. Bunga Ringan Bagi penerima pinjaman, kata dia, hanya dibebani bunga yang sangat kecil selama setahun, yakni dari 6-12%. Secara rinci, pinjaman yang besar sampai dengan Rp 10 Juta bunganya 6% per tahun, Rp 11 juta-Rp 20 juta bunganya 8% per tahun, Rp 21 juta-Rp 30 juta bunganya 10% per tahun dan pinjaman di atas Rp 31 juta bunganya hanya 12% per tahun. Manajer Keuangan PT Pelindo Cabang Tanjung Emas, Drs Soediro Samirono MM menambahkan, para mitra binaan mampu menyerap materi, baik teori maupun praktik usaha. Sebab, program yang telah diikuti sekitar 800 UKM sejak tahun 1993 itu, diharapkan benar-benar berhasil guna bagi usaha yang mengutamakan sistem padat karya. Untuk mendukung program tersebut, pihaknya memberikan materi kepada mitra binaan berupa manajemen keuangan, manamen SDM, dasar-dasar akuntansi, manajamen pemasaran, perencanaan strategi bisnis dan etika bisnis. Para tutorialnya didatangkan dari Unair Surabaya, yang salah satu pakarnya adalah Prof DR Amiruddin. (G5-33) |