logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 29 Desember 2005 EKONOMI
Line

Terbuka, Pendirian BPR Syariah

SOLO-Peluang pendirian Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah di wilayah eks-Karesidenan Surakarta masih terbuka lebar dan prospeknya ternyata cukup baik. Hasil penelitian yang dilakukan Bank Indonesia (BI) Solo, persepsi masyarakat cukup positif terhadap eksistensi perbankan yang menggunakan sistem syariah.

"Itu terbukti dari respon masyarakat terhadap perbankan syariah yang memang sudah ada di Solo. Termasuk keberadaan Baitul Mal wat Tamwil (BMT) serta Kospin (Koperasi Simpan Pinjam) yang juga dengan sistem syariah. Hanya saja, BPR belum ada, sehingga sebetulnya ini peluang besar bagi investor yang ingin membuka BPR Syariah," kata Sutikno, kepala BI Solo, kemarin.

Dikatakan, kendala terkait nilai investasi yang memang cukup besar, dan calon investor belum mengetahui prosedur pendirian BPR Syariah. Selain itu belum ada SDM yang menunjang dan memiliki kompetensi cukup di bidang itu.

"Hanya saja, sebagian besar masyarakat dan institusi yang menjadi responden penelitian menyatakan, mereka sebenarnya sangat paham dan mengetahui BPR sistem syariah ini, sehingga kalau ada yang berminat membuka, peluangnya cukup besar," kata dia.

Untuk mendorong perkembangan perbankan syariah, pihaknya mengimbau lebih diintensifkannya kerja sama antara BI dengan organisasi masyarakat Islam yang ada, misalnya MUI atau Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta. Ulama perlu banyak dilibatkan dalam memberi pendidikan dan sosialisasi tentang perbankan syariah serta prosedur yang harus dilalui.

Lending Model

Selain soal BPR Syariah, Sutikno memaparkan, BI Solo sudah mengeluarkan buku pola pembiayaan (lending model) budidaya tanaman strobei yang bisa diakses masyarakat dan stakeholder, baik UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) maupun perbankan serta pemda. "Isinya tentang informasi kelayakan usaha budidaya tanaan stroberi yang meliputi, analisis aspek pemasaran, produksi, sosial ekonomi, dan dampak lingkungan, di samping analisis keuangan."

Dari hasil penelitian BI Solo, stroberi sudah menjadi komoditi andalan yang dikembangkan cukup baik di sekitar Tawangmangu, Karanganyar. Usaha ini tahan goncangan di bidang ekonomi, sehingga layak dikembangkan lebih besar. Keuntungannya cukup besar, meski terjadi penurunan pendapatan sampai 25 persen maupun kenaikan biaya operasional sampai 59 persen. (an-33).


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA