logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Desember 2005 SALA
Line

Pemasangan Baliho di Alun-alun Diprotes

  • Ditengarai Bernuansa Kampanye

SRAGEN - Pemasangan baliho di Alun-alun Kota Sragen, dengan gambar Bupati H Untung Wiyono dalam berbagai kegiatan, dipermasalahkan oleh oleh Forum Masyarakat Sragen (Formas). Pasalnya, pemasangan baliho tersebut ditengarai sangat lekat dengan nuansa kampanye.

Presidium Formas, M Sarono, mengatakan, cukup rumit jika berbicara tentang mencuri start kampanye dalam masa menghadapi Pilkada. Namun, pada tataran substansi, apa pun alasannya, pemasangan baliho di alun-alun itu memang dipandang oleh Formas lekat dengan nuansa kampanye. Apalagi, jika mengingat pelaksanaan Pilkada di Sragen sendiri sudah dekat, bahkan sekarang telah memasuki pelaksanaan tahapan-tahapannya.

''Melihat kenyataan seperti itu, maka Formas menuntut agar baliho segera diganti tanpa harus meninggalkan semangat membangun Sragen. Hal itu sekaligus untuk menghilangkan kampanye terselubung,'' ungkapnya, Senin (26/12).

Terkait dengan dugaan kampanye terselubung tersebut, kemudian Formas juga meminta kebesaran dari jiwa para bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati untuk menjaga kondusivitas Sragen dalam menghadapi pelaksanaan Pilkada, yang tinggal beberapa bulan lagi. Sekaligus mereka berharap kepada calon yang seharusnya bisa menjadi dan memberi contoh perilaku politik santun.

''Meski banyak masyarakat yakin probabilitas untuk memimpin Sragen sangat besar, namun hal itu bukan berarti bisa menjadi alasan untuk berbuat semaunya,'' tandas M Sarono.

Strategis

Kemudian Formas berharap, siapa pun yang menang nanti harus sesuai dengan kaidah peraturan pilkada dan sesuai dengan semangat membangun kebersamaan. Berkaitan dengan harapan seperti itu pulalah yang dimaksudkan oleh Formas, saat menuntut agar pemasangan baliho di alun-alun segera diganti. Pasalnya, sebagai area publik, alun-alun bisa dikatakan dekat dengan potensi pengumpulan massa.

''Betapa pun pemasangan baliho di Alun-alun itu memang sangat strategis. Apalagi, selama ini Alun-alun memang difungsikan sebagai ruang publik, yang setiap orang bisa melihat dan membacanya,'' tutur dia.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, baliho yang dipersoalkan oleh Formas tersebut masih berdiri tegak di Alun-alun Kota Sragen. Berada persis di depan Kantor Setda Pemkab, baliho itu terpasang di pinggir sebelah utara Alun-alun, dengan menghadap ke Jalan Raya Sukowati.

Menurut penuturan sumber, baliho itu sudah mulai terpasang di tempat tersebut sejak dua minggu lalu.

''Baliho ini menggantikan yang lama, yang dulu juga pernah dipasang di sini. Kalau baliho yang dulu, gambarnya berupa para pejabat dan tokoh-tokoh masyarakat Sragen,'' ujar seseorang, yang enggan disebutkan namanya. (G19-36h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA