| Selasa, 27 Desember 2005 | SALA |
Di Klaten, Seorang MeninggalKLATEN- Serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Klaten dinilai sudah termasuk mengkhawatirkan. Desember ini jumlah penderita sudah 27 orang, meningkat dari empat orang pada bulan lalu. ''Kasus DBD di Klaten sudah termasuk kejadian luar biasa atau KLB,'' ujar Kasubdin Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (DKKS), dokter gigi Agus Susanto. Seorang pasien DBD yang meninggal adalah Dewi Komalasari (7), warga Jambukidul, Ceper, Senin (6/12). Dewi meninggal karena terlambat mendapatkan pertolongan dokter. Sebab, semula dia diduga hanya menderita demam biasa. Namun setelah beberapa hari suhu badannya tidak turun, korban dibawa ke rumah sakit di Pedan. Sayang, dokter angkat tangan karena penyakitnya sudah parah dan dirujuk ke RS Islam Klaten hingga akhirnya meninggal dunia. ''Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Karena keterlambatan membawa korban ke rumah sakit, berakibat fatal.'' Karena itu, pihaknya meminta masyarakat berhati-hati. Wilayah Klaten sangat rentan terhadap serangan penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti ini, karena kondisi geografis yang diapit dua kota besar dengan kasus DBD tinggi. Apalagi, mobilitas penduduk sangat tinggi. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya kesadaran masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara mandiri. ''Sekadar menguras bak mandi untuk membunuh jentik sulit, begitu ada tetangga kena DBD baru mereka panik dan menuntut agar di-fogging.'' Pengasapan, kata Agus, hanya membunuh nyamuk dewasa. ''Jentiknya yang hidup di air tetap hidup. La kalau jentiknya tidak dimusnahkan dengan cara pengurasan ya percuma. Artinya, serangan nyamuk tetap muncul karena jentik dibiarkan bebas dan berkembang menjadi nyamuk dewasa.'' Dia menuturkan, peran serta masyarakat sangat efektif mencegah serangan penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti ini. Menurutnya, nyamuk jenis tersebut tinggal dan bertelur di air jernih yang menggenang. Masyarakat diminta menggiatkan gerakan 3M, yaitu menutup, menguras, dan menimbun. Masyarakat bisa melakukannya dimulai dari lingkungan rumah sendiri. Benda atau barang yang bisa menampung air hujan dan sudah tidak dipakai sebaiknya ditimbun tanah. Demikian pula genangan air hujan di halaman atau kebun agar dialirkan. Intinya, jangan sampai tempat berair jernih itu digunakan untuk berkembang biak nyamuk penyebab penyakit DBD.(G10-36s) |