| Selasa, 27 Desember 2005 | SALA |
Tiga Kecamatan Rawan Demam Berdarah
KARANGANYAR - Tiga kecamatan di Kabupaten Karanganyar memperoleh pengawasan ketat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar lantaran rentan terhadap penularan demam berdarah dengue (DBD). Ketiga kecamatan itu yakni Jaten, Colomadu, dan Gondangrejo. Sementara itu seorang bocah penderita DBD, Faisal Fathir Alif Combing, meninggal dunia akibat serangan penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti itu. Warga Kandangsari RT 04 RW 07 Dusun Beningrejo, Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu tersebut mengembuskan nafas terakhir di RSUD Dokter Moewardi, akhir pekan lalu. "Selama tahun 2005, sudah ada empat orang yang meninggal karena DBD. Yang terakhir yakni Faisal Fathir. Karena itu, Dinkes tidak berhenti mengimbau masyarakat untuk terus menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," ujar Kasi Pemberantasan Penyakit yang Bersumber Binatang (P2B2) Dinas Kesehatan Karanganyar Fathkul Munir, kemarin. Menurut Munir, banyaknya pasien DBD yang tidak tertolong lantaran mereka terlambat ditangani. Karena itu, jika mendapati anak mempunyai gejala DBD, Munir berharap agar memberikan minum yang banyak. Selanjutnya, anak tersebut harus segera diperiksa di rumah sakit. Sementara itu Sudarto, kakek Faizal menyatakan bocah berusia 5,5 tahun itu oleh RS Dokter Moewardi dinyatakan meninggal akibat DBD. Dalam surat keterangan dari RS Dokter Moewardi dijelaskan, meninggalnya Faisal dikarenakan dengue shock syndrome (DSS) atau fase paling berbahaya dari penderita DBD, karena tubuh kehabisan cairan. Menurut Sudarto, Faisal sakit dengan gejala panas dingin sejak Senin pekan lalu. Ayah Faisal, Aris Siswanto, sudah membawa bocah itu berobat ke dokter umum. Kemudian dari dokter umum diminta untuk ke rumah sakit. Berselang hari, panas Faisal sudah turun, akan tetapi mendadak panas lagi dan dirujuk ke rumah sakit. Berhubung RS Dokter Oen dan ICU RS Kasih Ibu penuh, Aris lantas mondok di RS Dokter Moewardi. Fathkul mengemukakan, dalam kasus Faisal memang bisa dikatakan terlambat penanganannya. Sebab sejak Senin, panas dan demam Faisal cukup tinggi dan sudah dirujuk di rumah sakit. Kemudian Rabu, panas Faisal turun dan orang tua menganggap sudah sembuh, sehingga diminta untuk pulang. ''Ketika panas dan demam ini turun banyak, orang tua tidak paham. Justru penurunan ini adalah masa kritis dan berbahaya pada penyakit demam berdarah. Dalam kasus Faisal, orang tuanya meminta pulang padahal keadaan itu adalah yang paling kritis,'' papar Munir. Dia meminta kepada masyarakat di Karanganyar jika panas turun, jangan buru-buru menganggap penyakit sudah sembuh. ''Diamati betul dan jangan buru-buru pulang terlebih dulu. Jika mendapati anak yang demam dan keluar bintik-bintik merah, segera diperiksakan ke rumah sakit,'' ungkapnya. (G18-36d) |