| Selasa, 27 Desember 2005 | SALA |
Arca Segaran Diminta Tetap di SriwedariSRIWEDARI - Sebelas arca yang dikenali sebagian besar Ganesha dan beberapa Buddha diminta agar tetap menghiasi Taman Sriwedari. Sebab, taman peninggalan semasa SISKS Paku Buwono X yang dikenal dengan nama Kebon Raja (Bonraja) itu diyakini dalam waktu yang tidak lama akan kembali bersinar pamornya dan kian kuncara sebagai pusat kesenian. "Saya optimistis, dalam waktu dekat Sriwedari akan kembali sebagai Taman Kapujanggan. Saya banyak mendapat masukan kalangan budayawan mengenai optimisme untuk mengembalikan Kebon Raja. Pamornya akan kembali bersinar dan kian kuncara (terkenal-Red)," ungkap Wali Kota Solo Joko Widodo dalam pembukaan Festival Bonraja 2005 di Pendapa Joglo Sriwedari, petang kemarin. Dalam sambutannya, Wali Kota juga menyayangkan hampir semua arca yang diselamatkan dari bawah pohon beringin di Kupel Segaran (pulau kecil-Red) di telaga Taman Sriwedari rata-rata dalam keadaan cacat. Bahkan, ada yang hilang kepalanya ditambal semen dan dicat akibat ketidaktahuan masyarakat terhadap nilai kesejarahan dan kepurbakalaan benda peninggalan Mataram Klasik abad VII-VIII Masehi (bukan VIII-IX-Red) itu. 11 Arca Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (Diparsenbud) Dra Febria Roekmi melaporkan, dalam upaya mengembalikan pamor Taman Sriwedari juga ditandai dengan penyelamatan 11 arca peninggalan purbakala di Taman Kapujanggan, Telaga Sriwedari. Semula ditemukan tujuh buah lalu tambah dua dan belakangan setelah disisir didapati keseluruhan 11 arca dan kini dipamerkan di pembukaan Festival Bonraja 2005.(won,sri-42j) |