| Selasa, 27 Desember 2005 | SALA |
Ratusan Siswa SD Kirim Surat untuk Anak AcehKOTA - Ratusan surat dan gambar yang dibuat para siswa SD Al Firdaus Solo akan dikirim untuk teman-temannya sesama anak di Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Lembaran-lembaran itu dikumpulkan dalam acara "Doa untuk Aceh, Setahun Tsunami" di aula SD setempat, Senin (26/12). "Seluruh siswa kelas I-VI sejumlah 366 anak, menulis surat atau membuat gambar untuk anak-anak Aceh. Dua ratus surat dan gambar nanti akan dikirim melalui ekspedisi ke barak penampungan anak-anak korban tsunami di Aceh," kata Kepala Sekolah Joko Purwoko, didampingi Humas Imam Subkhan. Acara itu sendiri diawali pemutaran film dokumenter bencana tsunami yang meluluhlantakkan Bumi Serambi Mekah, 26 Desember 2004. Dengan bimbingan sejumlah guru, para siswa menonton film itu secara lesehan. Sementara sejumlah poster dipampangkan sebagai latar belakang, di antaranya bertuliskan "Mengenang 1 tahun tsunami Aceh, doaku untukmu", "Empati dan cinta Aceh" dan "Bangkitlah Aceh". Sebagaimana umumnya anak-anak, memang tidak semua siswa duduk tenang mengikuti rangkaian acara. Beberapa di antara mereka ada yang keluar ruang dan bermain, meski kemudian masuk lagi setelah disuruh gurunya. Namun sebagian besar siswa tetap di tempat untuk mengikuti proses kegiatan itu. Usai pemutaran film, dibacakan beberapa surat dan puisi yang akan dikirim untuk anak-anak Aceh, orasi anak, drama yang menggambarkan bencana dan korban tsunami, menyanyikan Indonesia Menangis, serta renungan dan doa bersama. Ahmad Rais, siswa kelas II, seusai berorasi mengaku tahu tentang bencana tsunami setahun lalu tersebut dari tayangan televisi dan rekaman handycam yang dibawa ayahnya. "Tsunami itu banjir yang besar, yang mengakibatkan banyak orang meninggal. Maka saya pesan sama teman-teman di sana (Aceh) untuk memahami bencana itu, dan sekarang agar bangkit lagi," ucapnya. Belajar Peduli Dia sendiri mengaku belum pernah ke NAD. Namun dia mengungkapkan keinginannya melihat kondisi Aceh pascabencana. "Saya tak punya teman di Aceh, tapi saya ingin melihat anak-anak di sana, kalau bisa memberikan buku-buku dan pensil," tuturnya.(D11-42) |