| Selasa, 27 Desember 2005 | SALA |
Bukan Langganan BencanaMUSIBAH bencana alam yang mengakibatkan 18 rumah dan ribuan pohon mangga tumbang di luar dugaan. Sebab, Kecamatan Banyudono dan Mojosongo bukan termasuk daerah rawan bencana angin ribut. Dua kecamatan itu bukan termasuk daerah yang terbuka. Berikut petikan wawancara Suara Merdeka dengan Kepala Kantor Kesbang Linmas Gintaryo seputar kemunculan bencana alam dan upaya penggulangannya Apa yang dilakukan kali pertam kali mendengar informasi bencana alam ? Yang paling utama kami menyelamatkan jiwa manusia. Ini harus mendapat perhatian dan segera diberi dipertolongan. Bila mengalami luka-luka petugas harus segera membawa ke puskesmas atau rumah sakit untuk perawatan. Setelah keselamatan apa yang harus dilakukan ? Kami mengkaji tentang kerusakan terutama rumah. Bila roboh atau rata dengan tanah mendapat bantuan ala kadarnya. Bantuan ini sudah ada plafonnya dengan melihat kriteria kerusakan. Jadi, nilai bantuan untuk rumah roboh dan ringan besarnya tidak sama. Kecamatan Banyodono dan Mojosongo bukan daerah langganan bencana angin ribut. Apa benar begitu ? Memang benar. Berdasarkan pemataan daerah dan pengalaman tahun sebelumnya ada lima kecamatan yang dikategorikan rawan angin ribut. Di antaranya Kecamatan Selo, Cepogo, Ampel, Andang dan Nogosari. Tapi yang namanya bencana tidak bisa diramalkan dan bisa menerjang semua kecamatan Sudah berapa kali Anda mencatat kejadian bencana alam pada musim penghujan ? Yang pasti kejadian ini terbesar. Sebelumnya hanya relatif kecil. Berdasarkan data yang saya peroleh selama lima tahun sejak 2000 hingga sekarang sudah ada 70 kali kejadian bencana alam yang disebabkan angin ribut. Bagaimana penanggulangannya ? Yang pasti saya menghimbau kepada perangkat desa dan staf kecamatan agar memberi informasi yang cepat. Dengan informasi yang cepat akan memudahkan penanganan. (Suti Harjoyo-36) |