| Selasa, 27 Desember 2005 | PANTURA |
Keluyuran, 39 Pelajar Terjaring RaziaTEGAL - Gara-gara keluyuran di mal pada jam-jam sekolah, 39 pelajar dari berbagai sekolah kemarin terjaring razia aparat Bagian Bina Mitra Polresta Tegal. Mereka yang masih mengenakan seragam sekolah didapati sedang nongkrong di halaman Rita Supermall Jalan Kolonel Sugiyono Kota Tegal. Sebagian dipergoki tengah berjalan-jalan di pertokoan. Ada pula yang sedang asyik bermain di lantai III. Para pelajar itu rupanya tidak hanya dari sekolah di Kota Tegal. Empat pelajar putri yang terjaring mengaku dari madrasah tsanawiyah (MTs) di Slawi. Sementara itu, beberapa pelajar lain berasal dari sejumlah sekolah di Brebes dan Pemalang. Razia yang digelar di mal terbesar di Kota Tegal itu berlangsung singkat. Sepuluh petugas berseragam cokelat mendadak muncul di depan pintu depan mal. Kedatangan mereka membuat puluhan pelajar yang sedang duduk-duduk di bangku mal kaget. Namun, mereka tidak berkutik karena petugas sudah menutup ruang gerak mereka. Razia dilanjutkan hingga seluruh lantai pusat perbelanjaan. Di antara pelajar yang terjaring, beberapa tertangkap basah bersembunyi di toilet. Mereka yang terjaring digiring menuju ke Mapolresta Tegal untuk mendapat pengarahan. Kabag Bina Mitra Kompol Siswoyo HK SH mengemukakan, pelajar yang terjaring terdiri atas 21 pelajar SMU putra dan 12 putri. Beberapa dari mereka mengenakan jaket yang menutupi baju seragam mereka. Peringatan Pelajar SMP yang terkena razia adalah empat putra dan dua putri. Kali ini pihaknya hanya memberi peringatan. ''Keluyuran di mal dengan seragam sekolah adalah perbuatan yang tidak etis. Sebaiknya jangan dilakukan meskipun sudah di luar jam sekolah,'' ujar dia. Namun jika terbukti mengulangi perbuatan itu, mereka tidak akan segan-segan ditindak. Dia juga mengimbau pelajar lain tidak ikut-ikutan keluyuran di mal dengan seragam sekolah. Salah seorang pelajar dari sebuah madrasah di Slawi, NN, mengaku ke Rita Supermall untuk membeli kado. Dia pergi masing mengenakan seragam karena lebih hemat ongkos transportasi. Sebab, untuk bolak-balik dari rumahnya di Bumijawa ke Kota Tegal memakan ongkos besar. Apalagi, dengan seragam sekolah dia bisa mendapat potongan tarif bus. Sementara itu, beberapa pelajar lain mengaku jalan-jalan di mal karena kegiatan pembelajaran sudah usai. ''Hari ini kami mengambil kartu peserta untuk ujian besok,'' ucap salah seorang pelajar. (H16-52j) |