logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Desember 2005 PANTURA
Line

Ribuan Ha Tambak Terendam Banjir

  • Tanggul Sungai Jebol

BREBES - Sejumlah petambak yang mempunyai ribuan hektare tambak di Desa Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes terpaksa gagal panen. Hal itu terjadi lantaran tanggul Sungai Tanjung Kulon yang menghubungkannya dengan areal tambak dan persawahan jebol pada Minggu (25/12) malam.

Akibatnya, air sungai meluap dan membanjiri areal tambak. Padahal, isi tambak tersebut sudah siap dipanen sekitar sepekan lagi.

Kerusakan tanggul terjadi pada enam titik dengan panjang sekitar 36 meter dan lebar lima meter. Tanggul tersebut bersifat tidak permanen dan merupakan hasil swadaya masyarakat. Kerugian material diperkirakan Rp 250 juta.

Menurut keterangan warga, kejadian tanggul yang jebol itu sebenarnya sudah beberapa kali terutama saat hujan lebat. Oleh masyarakat, tanggul sudah diperbaiki terus-menerus dengan menyusun tumpukan tanah dalam karung disertai pagar bambu.

Namun, upaya tersebut hanya bersifat sementara. Pasalnya, tanggul kembali rusak saat terkena debit air sungai yang besar.

Seorang petani tambak, Sakman (45), menuturkan, batas tambak yang hilang mengakibatkan dirinya dan para petani tambak lainnya kehilangan penghasilan yang selama ini menjadi tumpuan kebutuhan hidup. Beberapa areal tambak yang masih bisa diselamatkan terpaksa dipanen dini.

Mereka khawatir, apabila terjadi hujan susulan akan mengakibatkan bertambahnya luas areal tambak yang tergenang banjir. ''Udang-udang tersebut terpaksa dipanen sebelum waktunya. Jika hujan lebat kembali turun, kami khawatir,'' ujarnya.

Menurut penuturan Darno (38), selama ini perhatian pemerintah terhadap kondisi warga di Prapag Kidul kurang. Pemerintah pernah memberikan bantuan namun sebatas pengadaan karung tanah untuk tanggul.

Selebihnya, masyarakat bergotong royong dengan swadana. Masyarakat terakhir kali memperbaiki tanggul tersebut pada awal 2005 setelah terjadi bajir serupa.

Tanggul Permanen

Dengan kondisi tersebut, warga sangat berharap, pemerintah membuatkan tanggul yang lebih permanen.

Pasalnya, apabila tanggul masih belum permanen atau hanya terbuat dari tumpukan tanah, kondisinya tidak akan lebih baik. Tanggul tersebut akan terus jebol saat terkena hujan lebat.

Kepala Kantor Kesbanglinmas Brebes Sutriyono mengemukakan, sebagian besar masyarakat di Desa Prapag Kidul adalah petani baik petani padi maupun tambak. Karena itu, kehidupan mereka pun sangat tergantung pada sektor tersebut.

Namun, selama ini keberadaan tambak tersebut sering terancam akibat banjir. Saat banjir, batas areal tambak menjadi hilang dan mengakibatkan ikan serta udang yang ada di dalamnya juga hilang bersama aliran air.

Bahkan, puluhan hektare tanaman pertanian yang berjarak lebih dari satu dari sungai juga terancam terendam air.

Terkait dengan penanganan tanggul, menunggu debit air turun. Menurut rencana, pemerintah akan membantu memperbaiki tanggul dengan menutup bagian yang rusak dengan karung pasir. (H17-54j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA