logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Desember 2005 OLAHRAGA
Line

Agum Berharap Pelatnas AG Dimulai Tepat Waktu

JAKARTA - Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar berharap Pelatnas (Pemusatan Latihan Nasional) untuk Asian Games, Doha, Qatar, 2006 dapat dimulai tepat waktu yaitu pada 15 Januari 2006 sesuai dengan permintaan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Adyaksa Dault.

''Pelatnas untuk Asian Games diharapkan dapat dilakukan tepat waktu sesuai rencana semula,'' kata Agum usai rapat dengan tim khusus yang dibentuk untuk menindaklanjuti laporan Djoko Pramono selaku Kepala Satuan Kerja (Kasatker) SEA Games Manila 2005, di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, Adyaksa Dault meminta KONI Pusat agar dapat melaksanakan Pelatnas Asian Games 2006 dan SEA Games 2007 mulai 15 Januari 2006, setelah mendengar laporan Djoko Pramono yang menyatakan keterpurukan Indonesia di SEA Games XXIII tersebut lebih banyak disebabkan waktu latihan yang tidak cukup lama, rata-rata kurang dari satu tahun.

Namun demikian, Agum belum dapat menentukan format Pelatnas yang akan digunakan. ''Ada tiga pilihan, tetapi saya belum tahu pilihan mana yang akan digunakan,'' kata Agum.

Ketiga pilihan format Pelatnas itu yang pertama ialah menggunakan Kasatker (Kepala Satuan Kerja) yang kemudian membawahi bagian pengawasan dan pengendalian yang bertindak mengawasi pelaksanaan Pelatnas di setiap cabang olahraga.

Pilihan kedua ialah menggunakan format Komandan Pelatnas yang langsung berhubungan dengan tim manajer masing-masing cabang olahraga atau pilihan ketiga, sepenuhnya menyerahkan Pelatnas ke tiap cabang olahraga dan KONI hanya bertindak sebagai penyelia.

Sport Intelligent

Sebelumnya, berdasarkan hasil evaluasi tim Satker SEA Games Manila KONI Pusat yang dilakukan selama tiga hari mulai Senin (19/12), beberapa cabang olahraga yang memastikan diri dapat meraih medali emas di Asian Games Doha, di antaranya bulu tangkis, voli pantai putra, karate, taekwondo, dan layar.

Saat Pelatnas, kata Agum, setiap pengurus besar sudah harus menjalankan sport intelligent (pemantauan terhadap lawan) mereka sehingga tidak akan kecolongan seperti yang terjadi di SEA Games Manila.

''Kami sudah menekankan ke setiap pengurus besar untuk menjalankan sport intelligent, karena yang mengetahui perkembangan dari tiap cabang adalah cabang itu sendiri. Hal itu juga untuk lebih mengarahkan pemberdayaan tiap pengurus besar,'' tuturnya.

Sementara itu, Agum berjanji, tim khusus yang dibentuk KONI Pusat untuk menindaklanjuti laporan Kasatker SEA Games Manila sudah menyelesaikan tugasnya dalam dua hari mendatang dan diumumkan ke publik pada Jumat (30/12) sore.

''Sedianya kami akan melakukan pemaparan pada Kamis (29/12), tetapi karena saya harus melantik KONI Daerah Sulawesi Tenggara di Kendari pada saat yang bersamaan, maka pemaparan tersebut diundur hingga Jumat,'' kata Agum yang juga bertindak sebagai ketua Tim Khusus.

Menurut dia, tim khusus tersebut akan melakukan dua tugas, yang pertama ialah mendalami laporan Kasatker mulai dari persiapan, perencanaan, pelaksanaan dan konsolidasi selama SEA Games Manila dan tugas kedua ialah membuat rencana di Asian Games 2006.

Tim Khusus tersebut terdiri atas delapan orang dari jajaran KONI Pusat yang langsung dipimpin Agum Gumelar (Ketua Umum KONI Pusat) dan beranggotakan Indra Kartasasmita (Wakil Ketua I), Djoko Pramono (Wakil Ketua II), Sri Sudono Sumarto (Wakil Ketua III), Rita Subowo (Sekretaris Jenderal), Cahyo Adi (Wakil Sekjen), Abdul Rauf (Kabid Litbang) dan Kusnan Ismukanto (Kabid Binpre). (ant-28)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA