logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Desember 2005 OLAHRAGA
Line

Bangga, namun Perlu Kerja Keras

SENIN sore kemarin, Ketua Umum KONI Jateng Murdoko berbincang-bincang dengan Suara Merdeka di rumah Dinas DPRD di Papandayan. Berikut petikan wawancara tersebut:

Bagaimana perjalanan keolahragaan Jateng di tahun 2005?

Banyak hal yang bisa kita banggakan. Mulai hasil pertandingan di tingkat nasional, turnamen/invitasi, bahkan sampai di SEA Games Manila. Atlet-atlet Jateng mampu memberikan prestasi bagus, kendati ada pula atlet yang gagal mencapai prestasi puncak.

Maksudnya?

Ya, gagal menjadi juara kan bukan berarti tertutup peluang untuk meraih prestasi puncak untuk 2006. Saya kira, melihat semangat para atlet, baik yang bertanding di Kejurnas (kejuaraan nasional) cabang olahraga, ikut invitasi maupun dalam event Asia Tenggara di Manila barusan, saya berkeyakinan bagi mereka yang gagal merebut medali, itu hanyalah kemenangan yang tertunda. Saya sangat yakin mereka akan menjadi atlet terbaik di Jateng, dan bahkan juga nasional.

Bisa memberi sedikit gambaran tentang kondisi tahun depan?

Begini ya, dari arena kejurnas, banyak sekali atlet kita merebut medali emas. Misalnya di cabang wushu, tinju, panjat tebing, bulu tangkis, para layang, sepatu roda, gantole, atletik dll. Sementara peraih medali perak dan perunggu juga banyak. Nah jika kita bekerja keras tahun 2006, bisa saja yang emas tetap dipertahankan, perak menjadi emas dan perunggu berubah perak atau bahkan langsung emas. Yang penting semua elemen olahraga bersatu padu membangun olahraga Jateng.

Tentang gambaran atlet Jateng dalam persaingan nasional?

Ya itu tadi, saya masih tetap optimistis, dengan catatan tetap memerlukan kerja keras. Datanya begini, untuk SEA Games XXIII di Manila, Jateng menyertakan 53 atlet dan delapan pelatih/mekanik yang memperkuat Kontingen Merah Putih. Hasilnya delapan medali emas, 11 perak dan 14 perunggu. Di luar itu, Jateng masih punya atlet yang bergabung dengan proyek KONI Pusat dalam program Indonesia Bangkit, dan beberapa pemain di Pelatnas (Pemusatan Latihan Nasional).

Lalu bagaimana dari sisi dana?

Saya kira masyarakat Jateng tak keberatan berpartisipasi, asalkan masyarakat olahraga juga memperlihatkan keseriusan. Salah sau bukti, teman-teman saya di DPRD juga mengabulkan permohonan dana pembinaan olahraga sebesar Rp 30 miliar untuk tahun 2006. Itu memang belum cukup, karena yang ditangani bukan hanya cabang olahraga yang selama ini sudah berprestasi, tetapi sisi-sisi pembinaan di lapis bawah pun harus tetap kita perhatikan.

Bagaimana soal Raparprov (Rapat Paripurna Provinsi) KONI Jateng yang digelar hari ini?

Nah, arena inilah yang akan menentukan. Saya berharap teman-teman KONI Tingkat II, induk-induk organisasi olahraga bisa melakukan penyusunan program secara cermat, untuk peningkatan prestasi olahraga kita. Ingat lho, kita kan sudah punya tekad melanjutkan tradisi sebagai penyangga kebutuhan nasional. Nah inilah tantangan yang paling berat.(Segara Seni-28)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA