logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Desember 2005 OLAHRAGA
Line

Kinerja KONI Jateng Perlu Ditingkatkan

SEMARANG- Kinerja KONI Provinsi Jateng ke depan perlu lebih ditingkatkan lagi. Hal itu terkait upaya Jateng dalam menghadapi PON XVII 2008 di Kaltim.

Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian antara lain masalah transfer atlet, dengan prioritas atlet yang kini dipunyai Jawa Tengah harus dipertahankan agar tidak hengkang ke daerah lain.

Hal itu diungkapkan Ketua Harian Pengurus Daerah Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Pengda PTMSI) Jateng M Farhan menyikapi kinerja KONI Provinsi Jateng hampir setahun ini. "Saat ini transfer atlet bukan barang tabu lagi. Jika KONI tidak segera menyikapi hal ini dengan serius maka terget peringkat tiga besar hanya angan-angan saja," katanya.

Farhan mencontohkan, bursa perpindahan atlet bukan hanya terjadi di Indonesia saja pada tingkat PON. Pada tingkat lebih atas lagi seperti SEA (South East Asia) Games, Asian Games, bahkan Olimpiade tidak lepas dari jual beli atlet. Singapura dan Malaysia, lanjut Farhan, banyak menggunakan warga negara asing terutama China untuk memperkuat kedua negara tersebut di ajang internasional.

"Saya setuju dengan perekrutan atlet dari daerah lain karena daerah lain pun melakukan hal yang sama. Jadi KONI harus bekerja keras untuk memburu para atlet berpotensi yang dapat menaikkan posisi Jateng merebut posisi tiga besar," kata Farhan.

Namun demikian Farhan memuji langkah KONI dalam melakukan program Pelatda Jangka Panjang (PJP). Biasanya PJP dilaksanakan dua tahun menjelang PON, namun kali ini program tersebut dimulai empat tahun menjelang PON. "Selain itu, pelaksanaan PJP diserahkan sepenuhnya kepada cabang-cabang olahraga karena secara teknis Pengda yang mengetahui kualitas atlet," imbuhnya.

Komunikasi

Senada dengan Farhan, Ketua Umum Pengda Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jateng Bambang S Utomo menilai kinerja KONI Jateng selama hampir setahun ini sudah baik. Namun demikian, lanjut dia, dibutuhkan dukungan dari semua pihak agar Jateng dapat menduduki peringkat ketiga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008.

Menurut Bambang pada PJP 2006 sebaiknya para atlet dikumpulkan di suatu tempat dan berlatih sesuai dengan cabang olahraga masing-masing. Perekrutan atlet-atlet berkualitas, lanjut dia, perlu segera dilakukan mengingat waktu perpindahan atlet PON tinggal tiga bulan. ''Jika tidak dilakukan segera, para atlet tersebut akan diambil daerah lain," kata Bambang.

Sementara itu Ketua Umum Pengda Persatuan Bola Voli Seluruh Indoensia (PBVSI) Jateng Bola Sofyan T Dollo mengharap agar KONI mau membuka diri atas kekurangannya selama ini. Dia menilai masalah komunikasi antara Pengda dengan pengurus KONI merupakan hal yang langka. "Dari jumlah 45 pengurus hanya beberapa orang saja yang sering kelihatan di kantor KONI," katanya.

Hal yang sama dikemukakan Ketua Umum Pengda Taekwondo Indonesia (TI) Jateng Yahya Pattu. Dia berharap seorang pengurus harus KONI mencurahkan penuh kepada satu bidang sehingga bisa berkonsentrasi di bidang tersebut. Hal ini menurutnya demi kemajuan olah raga Jateng. (knd-28)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA