| Selasa, 27 Desember 2005 | WACANA |
tajuk rencanaPenegasan Pak Dody, Kapolda Baru Kita- Penegasan Kapolda Jawa Tengah yang baru, Irjen Dody Sumantyawan kiranya membuat lega bagi siapa pun yang mengharapkan konsistensi sikap kepolisian di provinsi ini. Pemberantasan segala bentuk perjudian, pungutan liar (pungli), serta praktik-praktik ilegal, termasuk tindak pidana korupsi tetap diprioritaskan. Di samping itu, tentu saja mewaspadai gerakan-gerakan terorisme yang masih berpotensi mendatangkan gangguan di tengah masyarakat. Sebelum ini, Irjen Chaerul Rasjid telah meneguhkan diri sebagai Kapolda yang secara kukuh antijudi, dan melakukan penertiban aparatnya dari pungli, baik di jalan-jalan maupun dalam proses pengurusan surat izin mengemudi (SIM), maupun surat-surat kendaraan. - Barang tentu, penegasan sikap Kapolda yang baru merupakan angin segar, ketika rintisan Chaerul Rasjid jelas membutuhkan follow up dengan sikap yang sama, bahkan diharapkan dengan pencerahan-pencerahan untuk lebih memperkuatnya. Sebelum ini memang muncul skeptisme, gebrakan-gebrakan dalam masa jabatan seorang Kapolda hanya akan berlangsung sepanjang kepemimpinannya, sehingga sulit dijamin apakah sikap tersebut akan terus berlangsung atau tidak. Maka masyarakat Jateng berkewajiban untuk memberikan dukungan kepada Irjen Dody Sumantyawan, karena apa yang telah dilakukan oleh pendahulunya tentu baru merupakan "pembuka jalan", atau "babat alas" yang masih harus ditindaklanjuti. - Mengapa kita selalu diliputi skeptisme setiap kali pimpinan lembaga penegak hukum - seperti kepolisian - menggaungkan perang melawan penyakit-penyakit masyarakat, seperti judi yang selama ini cenderung sudah seperti mengkultur dan membentuk jaringan kuat? Sebelumnya, pernyataan-pernyataan yang disampaikan, dan operasi penertiban masih memunculkan keraguan, bahkan sinisme sebagai sekadar jargon pencitraan. Operasi-operasi yang digelar tidak mengenai sasaran, malah di sini ditertibkan di tempat lain judi merajalela. Di banyak tempat, isu adanya oknum petugas yang menjadi beking bukan sekadar dugaan, tetapi kenyataan. Seolah-olah terjadi kontradiksi antara penyakit masyarakat dengan upaya penertiban. - Chaerul Rasjid membuktikan sebaliknya. Dia berjalan dengan sikap istiqomah, dan membukakan jalan bahwa keraguan masyarakat harus dijawab dengan keteladanan. Perjudian toto gelap (togel) yang semula disebut-sebut tidak mungkin dihentikan karena telah membentuk jejaring sangat dalam dan luas, serta menjadi bagian dari "kultur" masyarakat, ternyata bisa dilumpuhkan. Ada memang letupan dari sebagian pelaku dan mereka yang merasa terkait dan diuntungkan, namun dukungan elemen-elemen publik yang sejak lama meminta togel diberantas, menjadi salah satu kekuatan bagi Chaerul. Jadi di sini, konsistensi sikap dan kekuatan kepemimpinannya mengalir bersama-sama dengan gema dukungan masyarakat. - Dan, seharusnyalah sikap seperti itu tidak dipandang sebagai sesuatu yang "luar biasa", tetapi merupakan bentuk tanggung jawab yang mestinya menyatu dengan fungsi kepemimpinan. Mengapa suatu konsistensi sikap disikapi sebagai "keberanian", karena selama ini persoalan-persoalan di seputar penyakit masyarakat memang terbukti sangat sulit disentuh, sehingga setiap tekad pemberantasannya selalu dianggap sebagai pernyataan normatif yang tidak akan sampai ke tingkat implementasi. Terasa benar kita berharap, dan kini harapan tersebut mendapat jaminan dari Kapolda yang baru. Irjen Dody Sumantyawan tetap memberi prioritas kerja terhadap apa yang selama ini dianggap sebagai kebutuhan masyarakat Jateng. - Kepada Pak Dody yang mengemban tugas baru, satu hal yang patut dicatat adalah apresiasi masyarakat untuk membantu menyukseskan kinerja menjadi faktor "spiritualitas" yang sangat penting. Kita tidak terjebak untuk sekadar memuji fungsi kepemimpinan yang telah memberi makna, tetapi bagaimana yang bermakna itu dapat dijadikan teladan. Jawa Tengah, setidak-tidaknya selama satu setengah tahun terakhir ini telah diupayakan bersih dari perjudian, pungli, calo, dan menjadi ajang bakti pelayanan masyarakat. Alangkah indah, di bawah Kapolda yang baru, semua itu dapat meningkat dan betul-betul memberi makna secara amanah. Percayalah, semua elemen publik akan memberi support. |