| Selasa, 27 Desember 2005 | NASIONAL |
Kapolda: Terlalu Bodoh jika Menghidupkan JudiSEMARANG - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah Irjen Polisi Dody Sumantyawan menegaskan, tidak akan memberi peluang perjudian seperti togel, tumbuh di wilayah hukum Jateng. Langkah yang sudah dilaksanakan pendahulunya Irjen Pol Chaerul Rasjid, akan terus dilanjutkan. "Terlalu bodoh jika saya menghidupkan lagi perjudian di wilayah ini," tandasnya saat bersilaturahmi dengan pimpinan DPRD Jateng di Gedung Berlian Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (26/12). Kapolda diterima Ketua DPRD H Murdoko, Wakil Ketua HM Hasbie, Ketua Komisi B Khafid Sirotudin, Ketua Komisi E HM Iqbal Wibisono, Wakil Ketua Komisi E Daniel Toto Indiyono, dan anggota Komisi C Novita Wijayanti di ruang kerja Ketua DPRD. Sebelumnya, pimpinan DPRD menanyakan sikap Kapolda atas pemberantasan perjudian. Sebab kalau ada pejabat baru, biasanya muncul iming-iming dari pihak tertentu. Lebih lanjut Dody yang mantan Kapolda Papua menjelaskan, sudah digariskan bahwa Polda Jateng tidak mungkin memberi peluang perjudian seperti togel tumbuh di Jateng. Peraturan perundang-undangan sudah jelas melarang perjudian. Pimpinan Polri juga menggariskan larangan perjudian. "Apalagi saya sudah mendapat informasi dari pimpinan DPRD, judi togel sangat merusak sendi perekonomian masyarakat, khususnya di tingkat mikro," tegas dia. Di sisi lain, Dody meminta bantuan masyarakat, bila mengetahui praktik-praktik perjudian, segera menginformasikan kepada kepolisian sehingga hal itu cepat diberantas. 16 Prioritas Menjawab pertanyaan tentang wacana lokalisasi perjudian, Kapolda menyatakan belum memikirkan hal itu. "Belum ada wacana. Lagi pula melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat, lokasisasi perjudian cenderung banyak negatifnya daripada manfaat," tegas dia. Sebagai Kapolda, dia punya 16 sasaran prioritas operasional, di antaranya pemberantasan perjudian, narkoba, korupsi, illegal logging, dan terorisme. Langkah ini sejalan dengan garis kebijakan Kapolri. Dia mencontohkan, untuk pemberantasan narkoba, sekarang telah dibentuk direktorat tersendiri khusus mengurusi kejahatan narkoba. Kemudian untuk mengatasi teroris, Polda sudah membentuk Detasemen 88 Antiteror. "Sekarang sudah beroperasi," tuturnya. Sementara itu, Ketua DPRD Murdoko sangat berharap Kapolda baru mampu menjaga suasana kondusif yang selama ini telah terbangun di wilayah Jateng. "Kami titip Jateng yang sudah kondusif agar menjadi semakin baik. Demikian pula citra polisi yang baik, terus ditingkatkan dalam memberi pelayanan dan pengayom masyarakat," ungkap Murdoko. Iqbal Wibisono merasa yakin Kapolda baru mampu meneruskan keberhasilan pendahulunya. Menurut dia, Kapolda sudah tahu uthek kliwer-nya Jateng karena dulu pernah menjadi Kapolres Banyumas dan Banjarnegara.(G17-60m) |