logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Desember 2005 MURIA
Line

Pencegahan dan Pengobatan Tuberculosa Paru (TB Paru)

PENGANTAR REDAKSI:

Penyakit Tuberculosa paru (TB Paru) masih menjadi momok di negeri ini. Banyak warga yang terserang penyakit tersebut. Untuk mengenal ciri-ciri penyakit itu berikut ini disajikan laporan yang dirangkum dari berbagai sumber dalam bentuk tanya jawab .

Apakah tuberculosa paru itu?

Tuberculosa paru (TB Paru) adalah penyakit menular yang dapat menyerang siapa saja. Di Indonesia merupakan penyebab kematian No 2. Dari setiap 100 penduduk Indonesia, 3 - 6 orang menderita TB Paru.

Apa penyebabnya?

Disebabkan oleh kuman (bakteri) yang hanya dapat dilihat dengan kaca pembesar (mikroskop).

Apakah dapat disembuhkan?

Agar dapat disembuhkan: Minum obat teratur sesuai petunjuk dokter, menghabiskan obat sesuai waktu yang ditentukan (6 - 12 bulan), makan makanan bergizi. Untuk mengetahui seseorang sakit tuberculosa paru periksakan dahak ke laboratorium di puskesmas/ runah sakit (RS).

Kapan seseorang perlu diperiksa dahaknya?

Seseorang perlu diperiksa dahaknya apabila: Batuk berdahak selama 3 minggu atau lebih, batuk dengan dahak mengandung darah.

Apa akibatnya bila minum obat tidak teratur?

Kuman-kuman yang ada didalam tubuh akan menjadi kebal terhadap obat penyakit yang diderita dan berakibat penyakit sukar disembuhkan.

Apa akibatnya kalau berhenti minum obat sebelum waktunya?

Batuk yang sudah menghilang akan timbul kembali (kambuh)

Lebih sulit disembuhkan karena kuman-kuman di dalam tubuh menjadi kebal terhadap obat yang diberikan.

Penderita dengan sakit berat (dahak negatif) & penderita dengan dahak positif mengandung kuman disediakan obat gratis di Puskesmas.

Bagaimana mencegah agar tidak menular kepada orang lain?

1. Penderita tuberculosa paru: Minum obat secara teratur sampai selesai, menutup mulut waktu bersin atau batuk, tidak meludah di sembarang tempat, meludah di tempat yang kena sinar matahari atau di tempat yang diisi sabun atau karbol/lisol.

2. Untuk keluarga: Jemur tempat tidur bekas penderita secara teratur,

buka jendela lebar-lebar agar udara segar & sinar matahari dapat masuk, kuman TBC akan mati bila terkena sinar matahari.

Bagaimana pencegahan yang lain ?

Imunisasi pada bayi, meningkatkan daya tahan tubuh dengan makanan bergizi.

TBC

TBC atau dikenal juga dengan Tuberkulosis adalah infeksi yang disebabkan oleh basil tahan asam disingkat BTA nama lengkapnya Mycobacterium Tuberculosis.

Walaupun TBC dapat menyerang berbagai organ tubuh ,namun kuman ini paling sering menyerang organ paru.

Infeksi primer terjadi pada individu yang sebelumya belum memiliki kekebalan tubuh terhadap M Tuberculosis.

Basil TBC terhisap melalui saluran pernapasan masuk ke dalam paru, kemudian basil masuk lagi ke saluran limfe paru dan dari ini basil TBC menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

Melalui aliran darah inilah basil TBC menyebar ke berbagai organ tubuh.

Bagaimana mengetahui kita terserang TBC ?

TBC dapat kita diagnosa melalui pengkajian dari gejala klinis, pemeriksaan fisik, gambaran radiologi atau rontgen paru dan pemeriksaan laboratorium klinis maupun bakteriologis.

Gejala klinis yang sering ditemui pada tuberculosis paru adalah batuk yang tidak spesifik tetapi progresif.

Pada pemeriksaan fisik kadang kita dapat menemukan suara yang khas tergantung seberapa luas dan dan seberapa jauh kerusakan jaringan paru yang terjadi.

Pemeriksaan rontgen dapat menunjukkan gambaran yang bermacam macam dan tidak dapat dijadikan gambaran diagnostik yang absolut dari tuberculosis paru.

Pada pemeriksaan laboratorium, peningkatan laju endap darah dapat menunjukkan proses yang sedang aktif, tapi laju endap darah yang normal bukan berarti menyingkirkan adanya proses tuberculosis.

Penemuan adanya BTA pada dahak, bilasan bronkus, bilasan lambung, cairan pleura atau jaringan paru adalah sangat penting untuk mendiagnosa TBC paru.

Sering dianjurkan untuk pemeriksaan dahak sebanyak 3 kali untuk dahak yang diambil pada pagi hari.

Pengobatan TBC paru bertujuan untuk menyembuhkan, mencegah

kematian dan kekambuhan.

Obat TBC yang utama adalah Isoniazid, Rifampisin, pirazinamid, streptomisin dan etambutol.

Sedangkan jenis obat tambahan yang biasa digunakan adalah kanamisin, kuinolon, makroloid dan amoksisilin di kombinasikan dengan klavulanat. Pengobatannya secara keseluruhannya dapat mencapai 12 bulan.(Pusdok SM-17)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA