logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Desember 2005 MURIA
Line

Desa Banjarsari Ingin Dirikan Tempat Penampungan Pengungsi

PATI- Sadar wilayahnya setiap musim hujan selalu terancam banjir akibat meluapnya air Kali Juwana, di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati, harus mempunyai tempat penampungan untuk para pengungsi. Hanya, untuk mewujudkan rencana itu, desa tak mampu menyediakan pengadaan dananya.

Kepala Desa (Kades) Banjarsari, Sukiman mengatakan hal tersebut, menjawab pertanyaan, Senin (26/12) kemarin. Setelah hujan turun beberapa hari terakhir dan Dam Wilalung di bagian hulu tak mampu menampung air, pintu dam yang mengarah ke timur (Kali Juwana) terpaksa harus dibuka.

Akibatnya, kali tersebut meluap dan limpas masuk ke halaman rumah warga yang berlokasi di pinggir kali. Jika limpasan air cukup besar, ancaman banjir tak bisa dihindari, sehingga warga terpaksa harus diungsikan ke lokasi yang aman.

Selama ini, pengungsian warganya dilakukan di Desa Mustokoharjo, Kecamatan Pati, dan di atas Jembatan Ngantru. Tetapi, tempat yang disebut terakhir berkapasitas sangat terbatas, sehingga pihaknya bermaksud membuat lokasi tempat penampungan para pengungsi.

Alokasi yang menjadi pilihan adalah tanah dekat ujung jembatan sebelah selatan. Selama ini tanah tersebut dimanfaatkan sebagai pasar desa, yang seharusnya bisa difungsikan pula secara ganda.

"Yakni, pada musim hujan disiapkan sebagai tempat penampungan pengungsi. Sebaliknya, pada musim kemarau bisa dijadikan pasar," ujarnya.

Bendungan

Karena itu, dalam membangun fasilitas tersebut konstruksinya harus dibuat sistem panggung dengan lantai dari beton cor.

Untuk ketinggian lantainya, paling tidak harus sama dengan permukaan badan jembatan, barulah aman untuk penampungan pengungsi.

Jika harapan dan rencana tersebut bisa terwujud, keuntungannya adalah warganya tidak perlu mengungsi sampai di luar desa. Sebab, risiko mengungsi saat banjir terjadi sangat berbahaya, terutama bila banjir datang pada malam hari.

Di samping itu, pengawasan terhadap warganya juga mudah, karena berada di dalam satu penampungan. Mengingat biaya untuk membangun fasilitas tersebut cukup besar, dia hanya bisa mengetuk perhatian pihak berkompeten agar bisa membantu sepenuhnya.

Untuk maksud tersebut, pihaknya sudah lama mengajukan proposal, tetapi sampai sekarang belum pernah ada jawaban. Padahal, masalah itu benar-benar mutlak dibutuhkan warga, sehingga penanganan pengungsi bencana banjir itu tidak cukup bila hanya diberi bantuan pangan dan pakaian.

Di samping itu, fungsi dari tempat penampungan pengungsi tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai pasar desa. Kebutuhan lain bagi warga Banjarsari adalah bagaimana agar bila musim kemarau tidak kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Satu-satunya jalan adalah pembuatan bendung di lokasi kali milik desa yang sudah ada. "Tujuannya agar air kali pada musim kemarau tidak kemasukan air asin dari Kali Juwana yang pasang," kata Kades Banjarsari. (ad-15s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA