logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Desember 2005 MURIA
Line

Duniawi Oh Duniawi

Oleh M Siddiq SE

KETIKA rembulan bersinar cerah dan menampakkan senyumnya yang merekah, alam seisinya terlihat semakin indah. Tatkala dunia banyak yang mengagumi, tak seorang pun tampaknya diam diri, baik dari menteri dari kiai, pejabat maupun konglomerat, direktur juga kondektur, kusir dokar ataupun cikar, tukang parkir sampai ahli pikir, semuanya di zaman akhir ini banyak yang tergelincir. Masya Allah.

Ini adalah masalah bersama yang harus dievaluasi dan diperbaiki. Kita harus mau introspeksi tanpa kecuali. Dunia seisinya memang harus kita nikmati dan kita syukuri, juga harus kita kagumi. Itu harus! Karena seisi dunia ini adalah ayat Ilahi Robbi yang patut kita renungi dan kita syukuri. Namun, janganlah disalahpahami ataupun salah persepsi, sehingga bikin kita lupa diri dan tak tahu lagi yang namanya hak dan kewajiban sebagai manusia yang berarti.

Sungguh sangat ironis sekali bila kita tahu hukum tetapi kita kulum, banyak yang tahu rambu tetapi masih saja keliru.

Oh teganya dirimu, engkau aniaya diri sendiri tanpa engkau sadari. Hotel berbintang dan gedung menjulang semakin banyak bermunculan. Gereja, pondok pesantren, dan masjid pun tak mau ketinggalan. Saudara-saudara kita masih banyak yang kelaparan. Anak-anak manusia yang terjangkit busung lapar masih banyak di negeri ini, jumlahnya pun sangat ngeri. Sudah pantaskah bila dikatakan negeri yang subur makmur gemah ripah loh jinawi? Atau para insannya yang lupa diri, karena sudah sangat cinta duniawi?

Salah Pengertian

Oh malang benar nasibmu. Saudara-saudaraku yang kelaparan, ternyata masih banyak orang yang salah pengertian. Cinta dunianya terlalu berlebihan, sehingga lupa akan norma-norma agama yang telah ditetapkan Tuhan. Wahai para manusia, kembalilah ke jalan Tuhanmu sebelum ajal menjemputmu. Kalian, juga aku, bakal tak tahu kapan itu. Tegakkanlah solidaritas antarsesama tanpa pandang itu siapa dan jangan kau gali lagi jurang pemisah yang sudah menganga. Asaku adalah asamu, mari kita jalin persatuan dan kesatuan yang tak semu, sehingga hubungan kasih sayang pun tetap terpadu.

Aku benar-benar rindu. Semoga saudara-saudaraku juga rindu akan hal itu. Bukalah jendela hatimu sobat! Untuk melihat yang perlu dibantu, andai kamu bisa dan janganlah terpaksa, karena akan muncul hal yang tak bermakna.

Dunia tak selamanya ada karena fana, manusia memang tidaklah sempurna. Namun, paling tidak ada usaha untuk menuju kesempurnaan yang terasa. Akhirat adalah tujuan kita semata dan itu fakta, sedangkan dunia hanyalah fatamorgana yang bersifat penuh ilusi dan fakta kita hanya mampir belaka.

Di dunia asa kita selalu bahagia tanpa melupakan kewajiban yang ada, untuk menuju akhirat yang bersifat abadi tanpa basa basi. Hablumminannas adalah hubungan sesama manusia yang perlu juga diperhatikan untuk terjalinnya kerukunan, karena dosa sesama insan tak akan diampuni oleh Tuhan bilamana yang bersangkutan tak memaafkan.

Karena itu, hindari rasan-rasan, persengketaan, percekcokan apalagi peperangan. Kecuali bila kita diperangi baru bolehlah kita membela diri sebagai bentuk insan sejati yang gagah berani, tetapi jangan terus menyombongkan diri.

Fenomena dunia penuh dengan karya seni, budaya, dan masih banyak lagi ragamnya. Dunia juga merupakan panggung sandiwara yang selalu ada-ada saja. Tragedi menyenangkan dan mengerikan tampaknya selalu terjadi walau kadang waktunya yang tak pasti.

Ah ada-ada saja memang. Musim hujan biasanya jalan pada berlubang, seiring perkembangan zaman banyak orang mencari sasaran, yang pada akhirnya virus HIV selalu mengancam dan siap merenggut nyawa insan.

Suasana kota riuh gaduh dan penuh kehidupan yang glamour, berbagai seni budaya banyak mewarnai ada yang mulus juga ada yang kotor. Baik itu seni budaya asli dari dalam negeri maupun impor. Sangatlah kompleks memang!

Meskipun demikian, mestinya seni budaya dalam negeri janganlah luntur. Sebab, itu sebagian dari warisan para leluhur, harapannya negeri ini bisa kaya subur dan makmur tanpa ada negara lain yang ikut campur. Kita haruslah memuji syukur bila nenek moyang kita bisa mengusir penjajah hingga kabur. Walau sebagian beliau gugur di medan tempur, mereka yang hidup tetap saja berusaha untuk jujur dan tak mau mengkhianati bangsanya. Meski, mereka diancam dengan senapan dan sangkur.

Oh, alangkah bahagianya kita yang bisa menikmati kemerdekaan ini. Kita tak boleh melupakan jasa-jasa beliau para pahlawan. Karena itu, kita wajib menjaga kerukunan demi terbinanya kesatuan dan persatuan, agar tidak mudah dikoyak oleh lawan yang ingin mengganggu kemerdekaan yang sudah kita dapatkan.

Dan, janganlah mementingkan diri sendiri ataupun golongan hanya karena demi urusan keduniawian. Hal ini bisa memorakporandakan hubungan sesama insan dan bisa-bisa dibenci Tuhan.

Aduh, aku benar-benar kasihan karena merasakan hubungan persaudaraan dengan kalian. Karena itu, aku mengingatkan, percaya atau tidak itu bukan urusan, yang penting aku sudah lepas dari kewajiban. Namun, aku sangatlah mengharapkan kesadaran para sobatku juga kalian, semua tidak lepas karena rasa persaudaraan.

Ya kita berjalan menuju masa depan, baik dengan kaki maupun kendaraan. Cepat atau lambat tak jadi soal, yang penting bisa sesuai dengan kemampuan.

Bumi memiliki gravitasi, manusia memiliki kreasi dan seni. Beda pendapat merupakan rahmat dalam kerangka mencari mufakat, asalkan tidak saling mendamprat dan mengumpat. Dunia politik haruslah memiliki strategi dan atau siasat yang diperlukan pola pikir cerdas dan cermat.

Negeri ini ada berbagai macam partai politik yang sangat bervariasi, dibutuhkan insan yang memiliki kemampuan dan berisi, guna mengemban amanat dan aspirasi. Karena itu, diharapkan bisa mengendalikan hawa nafsu dan emosi, kinerjanya pun janganlah basa basi hanya untuk berlomba mengekspresikan argumentasi.

Hubungan yang kondusif sangatlah diharapkan antara legislatif dan birokrasi. Semoga Ilahi Robbi memberkahi dan meridai, sehingga semua bisa berjalan lancar dan harapannya bisa terealisasi. Sebagian penduduk kita mata pencahariannya adalah sebagai petani dan nelayan, sudahkah nasibnya diperhatikan? Kebanyakan mereka pada menjerit dikarenakan harga BBM yang naik dan harga beras yang terjepit. Perekonomian negara kita pada umumnya memang masih labil. Maka, perlu ditingkatkan sumber daya manusianya biar stabil.

Sebuah produk akan dapat tempat di hati para konsumen dan masyarakat apabila mutu selalu dijaga dengan ketat. Biar pun ada produk baru yang berani bersaing, untuk pruduk lama janganlah harga terus dibanting, bisa-bisa gulung tikar dan jatuh terguling-guling. Yang perlu dilakukan adalah menjaga kualitas juga melaksanakan pengecekan, antara lain sistem manajemen dan pemasaran.

Pelaku bisnis sebaiknya jangan terlalu mudah ambil spekulasi. Hendaknya selalu melihat situasi dan kondisi, sukalah beradaptasi dan kalau bisa hilangkan gengsi. Jalinlah keharmonisan dengan bawahan untuk menghindari kesombongan. Kesejahteraan para karyawan perlu diperhatikan, karena mereka juga memiliki suatu kebutuhan. Paling tidak ada langkah untuk meminimalisasi hal yang rawan biar semua tidak mudah tergelincir. (17s)

-Penulis adalah pegawai di Dispenlopas Rembang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA