| Selasa, 27 Desember 2005 | MURIA |
Minim, Peralatan untuk Penanganan Bencana
BLORA- Peralatan penanganan bencana alam yang dimiliki Kantor Polisi Pamongpraja, Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Pol PP Kesbanglinmas) ternyata masih cukup minim. Mereka hanya memiliki dua perahu karet. "Perahu karet yang kami punya hanya dua. Yang satu sudah cukup lama, sementara yang satu lagi masih baru dan belum kami gunakan," ujar Kepala Pol PP Kesbanglinmas, Drs Suryanto. Menurutnya, perahu karet tersebut hanya akan digunakan dalam keadaan darurat, bilamana musibah banjir terjadi. Dengan demikian, uangkap mantan Camat Cepu ini, jumlah perahu karet yang hanya dua buah itu dirasa sudah cukup. Namun, dia menyatakan pada tahun mendatang dirinya akan meminta tambahan satu perahu karet lagi untuk keperluan penanganan bencana alam, terutama banjir. "Untuk keadaan darurat, dua perahu saya rasa sudah cukup. Lagi pula Pemkab juga mempunyai peralatan penanganan bencana alam seperti alat berat berupa traktor," tandasnya. Suryanto mengatakan, penanganan bencana alam bukan semata-mata tugas personel linmas. Menurutnya, seluruh personel dari instansi terkait, termasuk peralatan yang dimiliki instansi tersebut, akan dikerahkan jika sewaktu-waktu bencana alam terjadi di Blora. "Kita tidak berharap bencana alam seperti banjir terjadi di Blora. Tetapi jika terjadi, personel penanggulangan dan peralatannya sudah ada. Kita akan koordinasikan dengan instansi terkait lain seperti Dinas Pekerjaan Umum," ungkapnya. Personel linmas dan hansip yang dimilikinya berjumlah ribuan orang. Mereka tersebar di seluruh desa di Blora. Personel tersebut akan dioptimalisasi perannya jika musibah terjadi. Selama ini, menurut Suryanto, beberapa pelatihan penanganan bencana alam sudah diberikan kepada personel linmas tersebut. Normal Sementara itu, ketinggian air Bengawan Solo hingga kemarin dilaporkan masih normal. Hanya, ketinggian air sungai yang melintasi beberapa desa di Kecamatan Kradenan, Randublatung, Kedungtuban, dan Kecamatan Cepu itu sudah mendekati batas normal. Ketua Satuan Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Kabupaten Bojonegoro (Jatim), Pujiono mengatakan, ketinggian air Bengawan Solo sudah mencapai 14,50 beskal dari batas maksimal, yaitu 15 beskal. Dia pun meminta masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) untuk waspada, karena sewaktu-waktu permukaan air akan naik.(aiz-15s) |