| Selasa, 27 Desember 2005 | MURIA |
Durian Petruk Sudah Punah sejak 1990JEPARA- Lomba buah tingkat kabupaten menurut rencana dilaksanakan di kawasan Pujasera, kompleks Bundaran Ngabul Kecamatan Tahunan, Selasa (27/12) ini mulai pukul 09.00. Sebanyak 155 kontestan akan meramaikan kegiatan rutin tiap tahun itu. Pemkab Jepara sebagai penyelenggara kegiatan bertujuan menggali buah-buah berkualitas unggul untuk kebutuhan pengembangan. Kepala Bidang (Kabid) Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Jepara, Haryono Wibowo mengatakan, ada tiga jenis buah yang akan dilombakan pada 2005 ini, masing-masing durian, belimbing, dan pisang. Buah durian akan diikuti oleh 100 peserta dari kawasan-kawasan sentra penghasil durian, seperti di Kecamatan Batealit, Kecamatan Tahunan, dan Kecamatan Mlonggo. Kontestan lomba buah belimbing akan diikuti 40 peserta dari Kecamatan Welahan, yang merupakan satu-satunya kawasan sentra penghasil belimbing di Jepara. Buah pisang akan diikuti oleh 13 peserta perwakilan dari masing-masing kecamatan, kecuali Kecamatan Kepulauan Karimunjawa. "Kami berharap para kontestan benar-benar menyajikan buah berkualitas untuk dilombakan, sehingga bisa membantu kami dalam pengembangan bibit buah yang benar-benar unggul," ungkapnya. Sejak 1990 Menurut dia, lomba tersebut sangat membantu agar bibit-bibit berkualitas tak punah. Dia mencontohkan, untuk jenis durian petruk yang pohon induknya pernah ada di Dukuh Randusari, Desa/Kecamatan Tahunan sudah punah sejak 1990. Buah durian dengan kualitas unggul itu telah terkikis dan langka di pasaran. Distanak kini menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk menjaring varietas unggul. Selain itu, Distanak juga mengaplikasikan sistem Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMP) untuk kebutuhan okulasi. "Dari lomba itu kami akan tahu buah durian yang paling unggul. Kami akan menindaklanjuti, di lokasi mana pohon buah tersebut," kata dia. Distanak melakukan pengembangan bibit durian dengan kualitas unggul yang berlokasi di Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri. "Langkah ini tentu untuk menjaga bagaimana Jepara menjadi ikon daerah penghasil durian dengan kualitas unggul," tuturnya. Dalam lomba tersebut juga akan diramaikan dengan bazar yang diikuti oleh perwakilan dari 14 kecamatan. Mereka akan menjajakan produk-produk khas hasil pertanian ataupun kerajinan dari kecamatan masing-masing. Kabag Perekonomian Setda Jepara Drs Hariyono MM atas nama Kasubag Potensi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, Budi Prisulistiyono mengatakan, selain akan dihadiri Bupati Jepara Drs H Hendro Martojo MM berikut muspida, menurut rencana lomba juga dihadiri oleh rombongan anggota Komisi IV DPR RI, yang Selasa ini kebetulan sedang mengunjungi Jepara, terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang Pengelolaan Wilayah Pesisir.(H15-17s) |