| Selasa, 27 Desember 2005 | MURIA |
Pelaku Aksi Demo Mengaku Dibohongi
KUDUS-Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kudus, yang pada Selasa (21/12) lalu mengadakan aksi unjuk rasa di Mapolsek Kaliwungu, akibat kasus penempelengan rekannya, siswa Kelas II IPS, Muhammad Jamal oleh Kepala MAN 2, Drs Chamdiq ZU, Senin (26/12) kemarin kembali mendatangi markas kepolisian setempat. Kali ini, mereka membawa serta sekitar 60 tenaga pendidik di sekolah tersebut. "Kami mengantarkan Jamal dan orang tuanya, untuk mencabut laporannya tentang penempelengan tersebut," tandas Humas MAN 2 Kudus, Muhammadun. Kamil, pelajar dari kelas III IPS 3, mengaku ketika melakukan aksi unjuk rasa beberapa waktu yang lalu, dirinya diberitahu oleh salah seorang guru di sekolahnya, bernama Nursaid, bahwa aksi tersebut didukung pula oleh semua guru. Nyatanya, kata dia, hanya yang bersangkutan yang hadir di Mapolsek Kaliwungu. "Kami merasa dibohongi," ujarnya pendek. Lain lagi pengakuan Devy, yang namanya ditulis di lembaran release yang dibagikan, saat aksi berlangsung. Dia mengaku tak tahu menahu soal hal itu. "Saya tidak pernah merasa menulis release tersebut," katanya. Sementara itu, Komite Sekolah MAN 2 Kudus, Drs Firman Lesmana, meminta semua pihak untuk menyikapi hal itu secara wajar. Artinya, kata dia, kejadian tersebut hanya disebabkan karena pihak kepala sekolah yang tak mengetahui kondisi siswanya itu, sehingga menganggap yang bersangkutan tidak serius mengikuti acara upacara yang dilanjutkan halalbihalal, pada 11 November lalu. "Faktanya lagi, hampir semua guru mengaku tak mengetahui aksi unjuk rasa tersebut," tambahnya. Sedangkan orang tua Jamal, H Rohmad, warga RT 3 RW 8 Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kudus, mengaku Nursaid mengatakan kepada dirinya, aksi tersebut didukung oleh pihak sekolah. Nyatanya, hanya Nursaid saja yang mengikuti aksi tersebut. "Saya tak ingin memperpanjang masalah ini, saya ingin mencabut pengaduan," katanya. Kesepakatan Pihak Humas sekolah, yang diwakili Muhammadun, mengaku akan segera melakukan tindakan kepada guru yang bersangkutan. Hal itu, katanya, akan segera dibahas pada waktu dekat ini. Sementara itu, beberapa siswa yang diwakili Kamil, mengakui telah mempunyai kesepakatan, yakni meminta kepada pihak sekolah untuk memindah guru tersebut. Persoalannya, kata dia, para siswa tak menginginkan hal seperti itu terulang kembali. Sementara itu, Kapolsek Kaliwungu, AKP M Bagus mengatakan, pihaknya telah menerima pencabutan tersebut. Pada prinsipnya, pihaknya menindaklanjuti setiap laporan dari masyarakat. "Soal kebenarannya, tentu harus kami lakukan penyelidikan terlebih dahulu," tandasnya.(H8-17) |