logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Desember 2005 MURIA
Line

Pembuatan Los dan Kios Bakul di Juwana Habis Rp 350 Juta

PATI- Meskipun sudah disediakan los dan kios yang dibangun dengan biaya Rp 350 juta, pemindahan bakul buah, makanan, dan bengkel yang selama ini membuka usaha di pinggir trotoar jalan protokol di Juwana, Pati, tetap menghadapi kendala. Paling sedikit masih ada tujuh bakul yang menempati tempat berjualan di tanah milik masjid besar setempat yang tidak mau pindah.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, alasan tidak bersedia pindah, lokasi tanah tersebut diklaim sebagai hak milik salah seorang di antara mereka. Maka, proses kelanjutannya masih menunggu gugatan ke pengadilan.

Di sisi lain, kata salah seorang anggota Komisi C DPRD Pati asal Juwana, H Jamari Ridwan SH, lokasi untuk memindahkan bakul tersebut ternyata tanah milik PJKA (PT KAI) yang berstatus sewa. Namun, biaya sewa justru dibebankan kepada para bakul.

Karena itu, wajar jika sampai sekarang pemindahan mereka belum bisa dilakukan. Sebab, para bakul itu harus membayar uang sewa untuk los Rp 1 juta/tahun dan dibayar sekaligus untuk jangka waktu dua tahun. Jumlah bangunan yang disediakan 12 los.

Untuk kios yang tersedia 10, tujuh di antaranya khusus disediakan untuk mereka yang menempati tanah masjid. Uang sewa per tahun Rp 2 juta, yang juga harus dibayar sekaligus dua tahun, sehingga tahun ketiga dan seterusnya mereka tinggal membayar sesuai dengan ketentuan tarif sewa.

Lunak

Menyangkut masalah sistem sewa los dan kios, seharusnya pihak yang berkompeten sedikit lunak. Sebab untuk berjualan di lokasi baru, tentu mereka masih harus menyesuaikan. Alangkah bijaksananya jika untuk berjualan di tempat itu, mereka diberi kelonggaran, baru membayar sewa setelah enam bulan menempati.

Apalagi, kelengkapan fasilitas lain seperti listrik dan air juga belum tersedia. Sambil menunggu selesainya penyediaan fasilitas itu dan juga pembayaran uang sewa tanah yang ditempati, seharusnya para bakul tidak dibebani tanggung jawab membayar uang sewa.

Sebab, pemerintah kabupaten dalam menyediakan fasilitas tempat berjualan itu menggunakan dana APBD, yang secara fisik nilai bangunan tersebut juga terlalu mahal. Apa salahnya jika untuk sementara masyarakat menikmati sedikit kelonggaran sambil berbenah di tempat berjualan yang baru.

''Jangan salahkan mereka, bila ada di antara mereka yang keberatan untuk pindah ke lokasi tersebut,'' kata Jamari.

Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Kabupaten Pati, Drs Dismond Hastiono MM ketika dimintai tanggapan sehubungan hal tersebut menyatakan khusus rencana pemindahan, para bakul masih menunggu ''hari baik''. Hal itu sesuai dengan permintaan mereka, sehingga akhir bulan ini sudah pindah.

Adapun pembayaran uang sewa los dan kios yang terkumpul dari para bakul, untuk membayar uang sewa ke pihak PJKA. ''Benar, anggaran untuk membangun los dan kios itu menelan biaya Rp 350 juta,'' kata Dismond. (ad-15s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA