logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Desember 2005 MURIA
Line

Ribuan Buruh Rokok Mogok Kerja

  • Tuntut Pengunduran Diri Kabag Giling

KUDUS- Ribuan buruh giling dan bathil PT Djarum dari brak (gudang produksi) Pengepakan Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus, Senin (26/12) pagi sekitar pukul 05.30 mogok kerja.

Aksi para pekerja yang sebagian besar adalah perempuan tersebut -yang berkumpul di depan braknya, tepatnya di Jl Raya Kudus-Pati Km 12- membuat arus lalu lintas agak tersendat. Sebab, pengguna jalan di tempat itu untuk sejenak ingin melihat unjuk rasa.

Berdasar keterangan yang dihimpun Suara Merdeka, unjuk rasa itu dipicu oleh rasa tidak puas atas kepemimpinan seorang supervisor di brak tersebut, yakni Edy Musthofa. Salah seorang pekerja, Jumiati mengaku selama dikepalai oleh Edy, sejumlah bahan baku kerja seperti penggunaan lem dan kertas, mulai dibatasi.

"Kalaupun harus meminta tambahan bahan kerja, kami harus mencatat jumlah dan nama kami terlebih dulu," katanya.

Ribuan buruh yang tidak puas atas perlakuan tersebut, akhirnya memilih untuk tidak melaksanakan aktivitasnya dan bergerombol di pintu masuk brak, sambil berteriak-teriak agar pihak perusahaan segera mengganti Kabag Giling itu. Aksi tersebut sempat memanas, dengan melihat semakin banyaknya pekerja yang berkumpul di lokasi kerja, untuk menyuarakan tuntutannya.

Melihat kondisi tersebut, HRD PT Djarum, A Yudho Prihartono yang didampingi Manajer Produksi Suyanto, serta Sudjono dan Subronto, setelah berunding akhirnya memutuskan Edy Musthofa akan segera dipindahtugaskan ke bagian lain. Hanya, Yudho menegaskan "pengetatan" tersebut sudah sejak dulu dilakukan oleh pihak perusahaan, khususnya di brak yang mempunyai pekerja sekitar 1.800 orang itu.

"Tujuannya jelas, untuk efisiensi. Hanya, mungkin sosialisasinya kurang begitu mengena," tandasnya.

Namun, ribuan buruh yang berkumpul di tempat tersebut, ternyata tak cukup puas dengan keputusan itu. Terbukti, saat Edy akan dibawa keluar dari lokasi pabrik menuju polres untuk dimintai keterangan, para buruh langsung menyerbu mobil yang akan membawa supervisor itu.

Sebelum situasi bertambah kacau, Kapolres Kudus AKBP Drs EB Mandala, yang sejak pagi telah datang ke lokasi untuk memimpin anak buahnya, segera meminta buruh-buruh tersebut untuk menahan diri. Sikap Kapolres itu ternyata cukup membuat para pedemo "keder" dan akhirnya memberi jalan kepada mobil yang akan membawa Edy ke Mapolres. Akibat insiden tersebut, seorang karyawan lainnya, Bimo Agus Murwanto, juga akan diminta keterangan oleh pihak kepolisian.(H8-15s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA