| Selasa, 27 Desember 2005 | SEMARANG |
Maret 2006 Jembatan Kartini Mulai Digarap
SEMARANG - Proyek pembangunan landasan jembatan Kartini kemungkinan mulai dikerjakan Maret 2006. Setelah APBD 2006 ditetapkan DPRD, Pemkot Semarang segera melaksanakan tahapan lelang terbuka. Sehubungan dengan kegiatan tersebut, detail engineering design (DED) jembatan yang menghubungkan Jalan Kartini dan Unta Raya itu akan disempurnakan. Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPU Kota, Ir Rosid Hudoyo, mengemukakan, dari Rp 6,89 miliar dana yang dianggarkan untuk pembangunan jembatan, yang dialokasikan untuk penyusunan DED sekitar Rp 150 juta. Dia mengatakan, pradesain jembatan sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Apabila hendak dibangun, pradesain mestinya dipertegas dengan DED. ''Secara umum, konstruksi landasan jembatan Kartini berasal dari beton bertulang. Landasan itu akan dibangun dari arah Jalan Kartini ataupun Jalan Unta Raya,'' katanya, Senin (26/12). Rosid mengakui, apabila alat-alat berat mulai didatangkan ke lokasi proyek, pedagang kaki lima (PKL) yang ada di tengah taman Jalan Kartini mestinya dipindahkan. Begitu pula PKL yang ada di sisi timur jembatan atau di Jalan Unta Raya, juga harus dipindahkan. Namun, karena DED belum jadi, dia belum mendapat informasi jumlah PKL yang harus dipindah dan lahan warga yang harus diganti rugi. Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Pasar, Drs Tommy Yarmawan Said, menegaskan, pihaknya belum membicarakan rencana relokasi PKL Kartini dan Unta Raya dengan DPU. Rencana pembangunan jembatan Kartini, lanjut dia, sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Waktu itu, PKL Kartini direlokasi ke Jalan Unta Raya. Tetapi penempatan kembali PKL di lokasi baru gagal, karena mereka kembali berjualan di tengah taman Jalan Kartini. ''Kalau gagasan saya, supaya PKL terintegrasi, lebih baik diberi tempat di Pasar Waru,'' usul Tommy. Senada dengan Dinas Pasar, Lurah Sambirejo, HM Ali Faizin, mengatakan, belum ada sosialisasi terkait dengan relokasi PKL. Di wilayah kerjanya, tak kurang 15 tempat dasaran PKL dan lahan milik warga akan terkena proyek tersebut. Bakal Tergusur Meski banyak PKL belum mengetahui rencana pembangunan jembatan Kartini, sebagian besar dari mereka tak keberatan dan menerima rencana dari Pemkot tersebut. Padahal, pembangunan jembatan itu nantinya bakal menggusur tempat mereka mencari rezeki, yakni di sepanjang Jalan Kartini. Para PKL tak merasa keberatan jika disuruh pindah. "Kami sadar, selama ini menempati lahan yang bukan milik kami. Pada dasarnya kami setuju saja asal diberi tempat pengganti yang layak. Kalau tak layak percuma, kami kan jualan untuk cari makan buat keluarga," ungkap seorang pedagang, Antok (40). Pihak kelurahan, lanjut dia, selama ini belum pernah mengajak rembukan. Dia menyebutkan, Jalan Unta Raya, yang sedianya akan dijadikan lahan pengganti para PKL berjualan, dipandang kurang memadai. Sebagai tempat untuk berjualan burung, kondisinya terlampau gersang. "Kami siap dipindah di mana saja, asal tak begitu jauh dari tempat semula. Selain itu, nantinya kami minta lahan baru itu ditanami pohon untuk penghijauan. Kalau tak ada tumbuhan, bisa-bisa burung dagangan kami mati, karena udara terlalu panas,'' ujar dia. Dia berharap, di mana pun lahan pengganti, Pemkot menyediakan tumbuhan untuk penghijauan. Sebab, sebagian besar PKL adalah penjual burung. (H5,fzm-44h) |