| Selasa, 27 Desember 2005 | SEMARANG |
CV Wahyu Jaya Tidak Jual Daging GelonggongSEMARANG - CV Wahyu Jaya di Jl Medoho Indah Blok D/1 Kelurahan Gayamsari, ternyata tidak menjual daging gelonggong. Seperti diberitakan Suara Merdeka, Sabtu (24/12), tim pemkot melakukan operasi daging sapi di empat tempat sekaligus pada Kamis (22/12) pagi, yakni di Pasar Jati, toko swalayan Gelael Candi, Hero Sultan Agung, dan Java Supermal. Dari operasi tersebut ditemukan daging gelonggong di Pasar Jati dan Hero Sultan Agung. Menurut salah seorang pegawai di Hero pada saat operasi waktu itu, daging gelonggong tersebut berasal dari CV Wahyu Jaya. Namun pemilik CV Wahyu Jaya, Ir Sri Wahyuni, membantah keterangan itu. Saat berkunjung ke kantor Suara Merdeka Senin (26/12), dia mengatakan, tidak lagi memasok daging ke swalayan tersebut . "Sudah sejak Juli lalu perusahaan saya tidak lagi menyuplai daging ke Hero Sultan Agung. Jadi tidak mungkin daging itu berasal dari perusahaan saya," tuturnya. Yuni menjelaskan, akibat nama perusahaannya disebut menyediakan daging gelonggongan di swalayan itu, pihaknya merasa dirugikan baik materiil maupun psikologis. Beberapa katering yang biasa membeli daging darinya kini menghentikan pemesanan akibat pemberitaan tersebut. Padahal tiap harinya, transaksi yang dilakukan beberapa katering tersebut mencapai kisaran Rp 1 juta "Terus terang saya kaget atas berita tersebut. Belum lagi kerugian materiil yang saya alami akibat beberapa katering yang tidak lagi pesan daging ke perusahaan saya," ucapnya. Beberapa swalayan lain yang selama ini menjadi langgangannya juga banyak yang telepon dan menanyakan terkait pemberitaan itu. Namun menurut Yuni, karena mereka tidak merasa mendapat daging gelonggong order tetap berjalan hingga saat ini. Selain kerugian materiil, lanjutnya, secara psikologis dirinya merasa sangat terganggu karena tidak sedikit tetangga ataupun rekannya yang memberikan penilaian negatif terhadapnya. Yuni dikira menjual daging berkualitas rendah untuk dijual setinggi-tingginya guna mendapatkan untung sebanyak-banyaknya. "Padahal selama ini, saya selalu mengutamakan kualitas daging dan ketepatan waktu pengiriman. Perusahaan milik saya hingga kini belum pernah menjual daging gelonggong," tuturnya. Sementara itu, Manager Hero Sultan Agung Niken mengakui, CV tersebut memang sudah tidak lagi memasok daging tersebut ke tempatnya. Namun, di freezer tempatnya ditemukan daging itu masih tertempel nama pemasok lama, CV Wahyu Jaya. Berdasarkan itu petugas menyebut pemasoknya adalah CV tersebut. (sjs-18v) |