| Selasa, 27 Desember 2005 | SEMARANG |
Warga Cakrawala Baru Blokade Jalan
SEMARANG BARAT - Seperti santer diberitakan sebelumnya, Pemkot Semarang batal mengosongkan Cakrawala Baru, Senin (26/12), dan warga diberikan waktu pindah terhitung dua bulan dari sekarang. ''Ya, sesuai dengan surat permohonan yang disampaikan warga, Pemkot bisa memahami keinginan warga agar pengosongan ditangguhkan. Kami memberikan waktu dua bulan bagi warga untuk melakukan persiapan,'' ujar Wali Kota Sukawi Sutarip, kemarin. Dalam kesempatan terpisah, Kepala Infokom, Ulfi Imran Basuki, menjelaskan, surat penangguhan pengosongan Cakrawala Baru telah diteken Wali Kota 23 Desember lalu. Lewat SK bernomor 590/07377, Wali Kota memberikan tambahan waktu bagi warga. Surat itu merupakan jawaban atas surat warga Cakrawala tentang permohonan penangguhan bertanggal 16 Desember dan surat susulan permohonan penangguhan bertanggal 20 Desember. Intinya, surat 590/07377 menganulir surat 560/5061 bertanggal 25 Oktober 2005 tentang Pengosongan Cakrawala. Wakil Wali Kota, Mahfudz Ali, menjelaskan, penangguhan diberikan atas tiga pertimbangan, yakni, pemakai tanah Cakrawala meminta waktu untuk penyelesaian persoalan itu secara musyawarah, warga juga telah menyadari kesalahannya dengan menempati tanah yang bukan haknya dan tanpa seizin pemiliknya, serta mereka bersedia pindah dengan ikhlas dan legawa tanpa harus digusur. ''Sesuai SK itu, penangguhan pengosongan diberikan sampai 21 Februari 2006 atau sekitar dua bulan dari tanggal ditetapkan,'' terang Mahfudz. Selama masa penangguhan, warga diminta bersiap-siap mencari tempat baru. Sebaliknya, Pemkot mengimbau pemilik agar memanfaatkan tanah-tanah yang masih kosong, dengan memberi garis batas atau papan nama. Apabila sampai batas akhir yang ditentukan tetap tak tercapai kesepakatan, Pemkot tetap melakukan tindakan penegakan hukum. Blokade Jalan Sepanjang pagi hingga siang kemarin, warga Cakrawala berjaga-jaga di tepi luar perkampungan, terutama di sepanjang Jl Arteri Yos Sudarso. Mereka memblokade kompleks itu dengan bangku, portal, dan tiang bendera. Mulai dari orang dewasa, remaja, hingga anak-anak duduk-duduk di bangku-bangku kayu yang diangkut ke tepi jalan. Tak lupa, warga juga menyediakan minuman dan makanan kecil, seperti, kacang rebus, ketela goreng, dan buah-buahan untuk mereka yang berjaga-jaga. Untuk mengantisipasi masuknya orang luar, tiap warga mengenakan pita merah-hijau di lengannya. ''Sampai saat ini (Senin siang-Red), kami belum menerima jawaban atas permohonan penangguhan pengosongan yang kami kirimkan ke Pemkot. Karena itu, kami berjaga-jaga di sini untuk menyambut para tamu yang berdatangan,'' tandas juru bicara warga, Bambang Darmono. Posko Swakarsa dijadikan sebagai pusat penjagaan. Selain camilan, di dekat posko itu dipasang peranti sound system dan pengeras suara. Dari perangkat itu, warga memutarkan lagu-lagu perjuangan. Mereka juga memasang ratusan bendera merah putih di sepanjang perkampungan. Jika dilihat dari kejauhan, suasana Kampung Cakrawala Baru seperti menjelang perayaan tujuh belasan. (H9,H5-18h) |