logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Desember 2005 KEDU & DIY
Line

Dimas yang Hilang Telah Ditemukan

  • Laporan Penculikan Dicabut

MASIH ingat kasus hilangnya Dimas Gustianto (7), murid kelas satu SDN1 Kalitengah, Kecamatan Gombong, Kebumen, yang diduga diculik? Bocah ganteng itu saat ini sudah kembali ke pangkuan kedua orang tuanya.

Bahkan siang kemarin, Dimas yang mengenakan kaus lengan panjang merah dan celana merah itu, asyik bermain dengan teman sebayanya di bekas lokalisasi Kalitengah. Dimas saat ditanya hanya menggeleng tak paham kenapa dirinya dijemput paksa Ny Supri.

Bahkan, ia kelihatan sedikit riang saat ditanya keberadaannya selama beberapa hari. Maklumlah, dia juga sempat dibelikan mainan oleh seorang lelaki lain yang disebut-sebut sebagai ''ayah'' Dimas.

''Dia sudah kembali beberapa hari lalu. Kami semua bahagia. Yang penting, anak saya sekarang pulang selamat,'' jelas Tito (50), ayah Dimas didampingi Sumarno, warga Desa Kalitengah, Gombong, kemarin.

Lalu usut punya usut, ke mana saja Dimas pergi selama beberapa hari lalu? Padahal, hilangnya bocah semata wayang dari sekolah itu, membuat marah warga Kalitengah. Warga sempat menggeruduk ke SDN1 Kalitengah yang dianggap teledor melepas bocah dijemput orang tak dikenal.

Bahkan kedua orang tua Dimas, Tito dan Yanti yang panik juga melaporkan kehilangan anaknya ke Polsek Gombong. Polisi awalnya kesulitan melacak pelakunya.

Namun diperoleh petunjuk, yang menjemput Dimas diduga kuat Ny Supri, wanita yang melahirkan Dimas.

Menurut keterangan Sumarno, beberapa hari yang lalu tanpa sengaja dia kontak lewat telepon seluler dengan wanita yang bernama Supri.

Saat itu dia menanyakan keberadaan Dimas. Wanita itu menjawab, saat ini bocah lelaki itu ada di sebuah tempat di Ngandong, Kutoarjo, Purworejo.

Dijemput

Sejak itu, Sumarno didampingi Tito dan Ny Yanti menyewa mobil menjemput ke Kutoarjo. Benar, di sebuah tempat yang ditunjukkan Supri, Sumarno melihat Dimas sedang duduk di teras rumah. Namun saat rombongan dari Gombong datang, Dimas lari ketakutan.

Saat itu juga Sumarno segera memegangi anak tersebut. ''Saya pegangi saking kangennya. Maklum, dia sudah saya anggap anak sendiri. Apalagi Pak Tito dan istrinya meminta agar anaknya segera dibawa pulang.''

Namun saat itu seorang lelaki bernama Pur dan saudaranya mencegah. Pur disebut-sebut sebagai ayah biologis Dimas.

Bahkan selama di Kutoarjo, Dimas juga diberikan mainan serta sepeda. Saat itu sempat terjadi perdebatan dan perebutan dalam mengasuh Dimas.

Namun Sumarno menjelaskan, secara hukum status Dimas adalah anak Tito. Hal itu bisa dibuktikan dari surat kelahiran dan buku rapor bocah lelaki tersebut. ''Saya datang baik-baik ingin mengambil Dimas atas permintaan kedua orang tua yang sah,'' jelas Sumarno.

Akhirnya, pihak keluarga Pur di Kutoarjo mengalah dan mengizinkan Dimas diambil pulang. Bahkan siang itu pula Pur ikut mengantar ke Gombong. Saat ini, Dimas kembali masuk sekolah.

Menurut Tito, dia tidak lagi mempermasalahkan kasus hilangnya Dimas.

Yang penting, saat ini anak kesayangannya sudah kembali ke rumah dan bisa diterima pihak sekolah.

Sumarno menambahkan, pihaknya mencabut laporan penculikan ke Polsek Gombong. Pencabutan laporan itu diketahui Kapolsek Gombong, AKP Uripno.

Warga Kalitengah juga bermusyawarah dengan guru SDN Kalitengah dan menganggap masalah tersebut selesai. ''Yang penting Dimas tidak kehilangan hak untuk belajar dan menuntut ilmu di sekolahnya,'' imbuh Sumarno.

Lalu apa motif Ny Supri mengambil paksa Dimas, dan begitu saja meninggalkan bocah itu di rumah Pur di Kutoarjo? Tidak jelas. Ada yang bilang, tindakan Supri yang disebut-sebut bekas wanita nakal itu, ada unsur pemerasan.

Yang pasti, kini Dimas bisa sekolah lagi dan riang bermain dengan teman-teman sebaya di Kalitengah Gombong. Baik teman main maupun guru sekolahnya pun tentu lega menyambut Dimas. (Komper Wardopo-39d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA