| Selasa, 27 Desember 2005 | KEDU & DIY |
Meteran Pelanggan PDAM Banyak yang Dicuri OrangPURWOREJO - ''Dulu sewaktu tutup meteran terbuat dari kuningan, diambil orang. Sekarang ketika tutup meteran dari plastik, meterannya yang diambil''. Direktur PDAM Subandi SE, di kantornya Senin (26/12) mengungkapkan, sampai kemarin pagi diketahui meteran yang hilang dicuri sebanyak 25 buah. Disebutkan, pelanggan yang melapor meterannya hilang Senin kemarin adalah S Padmosoekotjo warga Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya sebelah timur kantor PDAM. Kemudian, Sawal Waluyo warga Jalan Sibak, Purworejo. Sebelumnya pada 23 Desember, juga ada dua buah meteran hilang. Yakni, meteran air di rumah Kartono warga Jalan Pramuka dan di rumah Sutrisno warga Jalan Magelang. Dari sekian kasus pencurian meteran air, tanggal 18 Desember menduduki rangking tertinggi. Karena dalam satu malam ada lima buah meteran air yang hilang. Meteran itu, antara lain milik Toekijat warga Jalan Subak, Drs Totok Isworo Apt warga Jalan Jenderal Sudirman, Kuntoro Kurniawan warga Jalan Magelang, Prawirodikromo warga Jalan Nyai Laos, serta Tasrip warga Jalan Jenderal Sudirman. Disebutkan, aksi pencurian meteran air itu terjadi sejak 21 April, tepatnya di rumah Dolah Mashud warga Brengkelan. Lalu pada 13 Agustus, pencurian meteran air terjadi di rumah HM Sastroatmojo warga Baledono. Tercatat selama September ada enam meteran yang hilang, November tujuh buah, dan bulan ini sepuluh buah hilang. Dia belum tahu untuk apa meteran tersebut dicuri. Sebab, tidak mungkin untuk dijual ke PDAM lain. Menurut perkiraan dia, paling-paling hasil curian dijual ke tukang rongsokan. Sebab, bahan baku meteran air adalah kuningan. Itu sesuai standar persyaratan, meteran air harus kuningan agar tidak berkarat. Harga kuningan saat ini mencapai Rp 10.000/kg. Sementara berat setiap meteran air 1,1 kg. Menurutnya, semula meteran air PDAM berada di dalam rumah masing-masing pelanggan. Untuk memudahkan pencatatan, akhirnya sarana tersebut dipasang di luar rumah. Namun ternyata kini barang tersebut banyak dicuri. Disebutkan, selama ini kalau ada meteran rusak menjadi tanggung jawab perusahaan. Namun kalau hilang menjadi tanggung jawab pelanggan, dan dikenai biaya pasang baru sekitar Rp 150.000. Dia menambahkan, kasus itu sudah dilaporkan ke Polres Purworejo. Berkenaan dengan kejadian itu, PDAM memberikan imbauan pelanggan agar ikut mengamankan meteran air. (yon-39d) |