| Selasa, 27 Desember 2005 | INTERNASIONAL |
Diterjang Badai Salju, KA Ekspres Jepang TergulingTOKYO - Sebuah kereta api cepat terguling di Jepang utara. Empat orang tewas dan lebih dari 30 orang luka-luka. Kecelakaan itu terjadi di wilayah Yamagata, sekitar 280 kilometer sebelah utara Tokyo. Kereta api ekspres itu meluncur saat angin musim dingin bertiup kencang, Minggu malam lalu. Enam gerbongnya keluar dari rel. Tiga gerbong di antaranya bahkan terguling. Juru bicara Kepolisian Yamagata Yoshikatsu Oe mengatakan 30 orang menderita cedera ringan. Dia menambahkan, sebagian besar korban luka-luka berada di dua gerbong paling depan. Kereta api itu dioperasikan oleh perusahaan JR East Co. Kereta itu melayani rute Amarume dan Sakata, sekitar 350 kilometer dari Tokyo. AFP melaporkan, kereta api itu mengangkut 44 penumpang dan dua kru. Oe mengatakan bahwa keempat korban tewas berada di gerbong pertama saat kecelakaan itu terjadi. Pejabat Departemen Transportasi Ryotaro Miyamoto mengatakan penyebab kecelakaan itu belum diketahui. Namun Masaki Ogata, manajer JR East, mengatakan masinis sebelumnya melaporkan bahwa kereta miring ke kiri setelah diterjang badai. ''Kemudian, lampu tiba-tiba padam dan masinis itu tidak bisa lagi mengendalikan kereta,'' kata Ogata. Presiden Direktur JR East Mutsutake Otsuka meminta maaf atas kecelakaan itu. Dia berjanji akan melakukan penyidikan. Yasuhiro Sugiu, polisi di Yamagata, mengatakan angin dingin bertiup sangat kencang saat kereta api cepat itu anjlok. Kantor berita Kyodo melaporkan, tiupan angin di Yamagita mencapai sekitar 75 kilometer per jam, Minggu malam lalu. Terhambat Badai Salju Kereta api tersebut dilaporkan melaju dengan kecepatan 100 kilometer per jam sebelum kecelakaan. Ogata mengatakan batas kecepatan kereta itu adalah 120 kilometer per jam. Kereta itu tampaknya tidak mengurangi kecepatan ketika cuaca memburuk di Yamagata. Petugas penyelamat dini hari kemarin berusaha mengeluarkan korban tewas dari gerbong yang terguling. Aksi penyelamatan itu agak terhambat oleh badai salju yang melanda Yamagata. Gerbong-gerbong kereta itu tertutup lapisan salju. Pada pukul 09.00 waktu setempat (07.00 WIB), petugas akhirnya berhasil mengeluarkan keempat jenazah korban. Itu berarti, jasad korban berhasil dikeluarkan setelah 14 jam berada di gerbong maut tersebut. ''Kami menduga korban telah tewas ketika kami berusaha menyelamatkannya. Tidak ada denyut nadi ataupun embusan napas,'' kata seorang petugas pemadam kebakaran. Perdana Menteri Junichiro Koizumi menyebut kecelakaan itu sangat menyedihkan. Dia mengatakan: ''Kita harus dapat menemukan penyebab kecelakaan itu. Kita juga perlu mengobati para korban yang terluka.'' Menteri Sekretaris Kabinet Shinzo Abe menjanjikan pemerintah akan melakukan segala upaya untuk mencegah kecelakaan seperti itu terulang kembali. Petugas penyelamat mengakui bahwa cuaca buruk telah menyulitkan pekerjaan mereka. Jepang beberapa hari terakhir dilanda badai salju. Badai salju itu telah menewaskan sedikitnya delapan orang. ''Di dalam gerbong itu, keadaan sangat kacau. Salju dan angin menerobos masuk dari jendela-jendela yang pecah,'' kata seorang petugas penyelamat. ''Selain itu, lokasi kecelakaan juga tertutup salju tebal karena berada di daerah persawahan. Banyak alat berat tidak bisa mencapai lokasi kecelakaan.''(rtr-afp-ben-25) |