| Selasa, 27 Desember 2005 | EKONOMI |
Bank Syariah Diprediksi Terus MelejitJAKARTA- Angka pertumbuhan perbankan syariah 2006 diperkirakan bakal mencapai 45% hingga 50%. Peningkatan tersebut terutama disebabkan perbaikan kondisi makro ekonomi serta mulai diberlakukannnya transaksi syariah yang menggunakan sistem office channeling. ''Kita perkirakan pada 2006, perbankan syariah akan tumbuh seperti pada 2005 yaitu pada kisaran 45% hingga 50%,''kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Siti Ch Fadjrijah saat membuka seminar perkembangan perbankan syariah 2005 dan arah kebijakan 2006 di Lantai III Menara Syafrudin Komplek Gedung Bank Indonesia, kemarin. Menurut dia, penerapan sistem office channeling yang kuat hanya bisa berjalan jika didukung sistem teknologi informasi yang handal. Nantinya, penerapan tersebut membuat pelayanan transaksi perbankan atau pembukaan rekening syariah dapat dilakukan di kantor cabang bank konvensial. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah nasabah bank syariah. Di tempat sama, Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI, Harisman mengungkapkan market share perbankan syariah pada 2005 baru mencapai 1,4%. Namun demikian, di tahun 2008, kenaikan pangsa pasar diperkirakan menjadi 2,57% dengan asumsi pertumbuhan ekonomi yang makin membaik. Penguatan ''Apabila rencana program akselerasi dapat berjalan maka market share pada 2008 diharapkan bisa mencapai empat persen,''tutur dia. Akselerasi tersebut, sambung dia, bisa terjadi jika rekening yang berkaitan dengan kegiatan haji dapat dikelola oleh perbankan syariah. Selain itu akselerasi dapat terjadi jika masuknya bank baru sebagai pemain baru di sektor syariah serta adanya penguatan struktur modal bank yang sudah ada oleh investasi baru. (bn-59) |