logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Desember 2005 BUDAYA
Line

Rayuan Cinta Iwan Fals

JAKARTA - Iwan Fals bagi sebagian pecinta musik Indonesia dianggap sebagai sosok pahlawan. Lagu-lagunya seperti ''Bento'', ''Bongkar'', ''Pesawat Tempur'', dan ''Oemar Bakri'' telah menjadi inspirasi dan menyemangati perjuangan melawan penindasan serta ketidakadilan. Dia bahkan dianggap mewakili suara rakyat.

Tapi jangan lupa, Iwan juga menjadi inspirasi bagi mereka yang ingin menumpahkan perasaan cinta dan kasih sayang, terhadap kekasih, Tuhan maupun sesama manusia. Ini tercermin lewat lagu ''Kemesraan'', ''Mata Dewa'', ''Maafkan'' dan ''Kumenanti Seorang Kekasih''.

Iwan kini mencoba menebar rayuan cinta lewat album Iwan Fals in Love. Album ini berisi 2 tembang baru dari musisi bernama asli Virgiawan Listanto itu ditambah sejumlah tembang cinta lama miliknya yang sudah melegenda. Tembang lama yang masuk album ini adalah ''Buku Ini Aku Pinjam'', ''Sebelum Kau Bosan'' dan ''Yang Terlupakan''.

Penyatuan lagu-lagu cinta lama dengan yang baru, menurut Anasthasia Sadrach selaku produser, adalah untuk mendekatkan Iwan dengan generasi sekarang. Kini dia kembali memilih tema cinta. Karena Iwan merasa bahwa dirinya kembali belajar arti cinta.

Pria Gentleman

''Sekarang masih urgen bagi saya bicara cinta. Hal itu berkaitan dengan persoalan sosial. Saya kira banyaknya persoalan dunia sekarang ini karena tidak ada lagi cinta yang serius di antara kita. Atau kita menganggap cinta sebagai hiburan semata,'' tutur Iwan.

Single pertama dari album ini merupakan lagu baru berjudul ''Ijinkan Aku Menyayangimu'' ciptaan Rieka Ratika Roslan. Hal yang menarik pada lagu balada ini, Iwan menyuarakan rayuan seorang pria gentleman. Simak saja potongan liriknya, ''ijinkan aku membuktikan inilah kesungguhan rasa/ ijinkan aku menyayangimu/ Sayangku dengarkanlah isi hatiku... ''

Sebuah pernyataan yang lugas dan jujur namun tetap laki-laki. Konsep semacam ini dulu pernah disampaikan Iwan lewat lagu ''Jangan Tutup Dirimu'' dan ''Antara Aku, Kau dan Bekas Pacarmu'' yang juga masuk dalam album ini. Selain itu, Iwan juga membawakan kembali lagu karya Titiek Puspa, ''Selamat Tidur Sayang'' dan lagu ''Rinduku'' ciptaan Harry Roesli.

''Naluri bekerjasama dengan orang lain sudah ada sejak dulu. Kini itu dikembangkan lagi,'' tutur Iwan di Musica Studi'os, kemarin.

Musikus kelahiran Jakarta, 3 September 1961 ini sudah terbiasa bekerjasama dengan musikus lain. Dia antara lain pernah bekerja sama dengan Ian Antono untuk album 1910 dan Mata Dewa, Franky Sahilatua (Orang Pinggiran), Swami (Anak Wayang, Swami I dan Swami II), Setiawan Djodi (Kantata *Takwa dan Kantata Samsara).

Dia juga pernah bekerja bersama musisi muda, seperti Kikan Cokelat, Azis Jamrud, Eros Sheila on 7, Pongky Jikustik hingga Piyu Padi. (tn-43)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA