| Selasa, 27 Desember 2005 | BANYUMAS |
Catatan Akhir Tahun Pembangunan di Banyumas (2)2005, Tahun Investasi dan Pembangunan Dunia PendidikanBAGI Pemkab Cilacap, 2005 merupakan tonggak sejarah. Sebab, pada tahun ini Kabupaten Cilacap masuk lima besar sebagai kabupaten/kota proinvestasi se-Provinsi Jateng. Penilaian tersebut tidak berlebihan. Mengingat, tiap tahun kabupaten di pesisir Pantai Selatan itu selalu didatangi investor. Mereka tertarik menanamkan modal di Cilacap karena situasi di daerah itu selalu sejuk dan kondusif. Selama 2005, ada 39 investor yang menanamkan modalnya di Cilacap. Nilai investasinya juga cukup besar, yaitu Rp 312,25 miliar lebih. Nilai investasi tersebut memang masih jauh dibandingkan dengan 2004. Sebab, investasi 2004 terdongkrak dengan adanya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batu Bara di Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan yang nilainya Rp 800 miliar lebih. Kegiatan investasi yang berkembang selama 2005, antara lain pembangunan gudang pupuk UD Makmur Jaya di Desa Kesugihan Kidul Rp 1,3 miliar. Pembangunan Perumahan Bumi Sampang Permai oleh developer PT Sarana Papan Raharja Rp 9 miliar. Kemudian, pembangunan rumah toko (ruko) dan Pasar Rahayu Sidareja oleh PT Sarana Papan Raharja Rp 4 miliar. Pembangunan Pasar Karna Manunggal Sidareja oleh PT Manuk Prima Perkasa Rp 3,9 miliar lebih. Pembangunan Toserba Jadi Baru Rp 1,5 miliar. Pembangunan Pasar Cipari oleh CV Gajah Sakti Rp 2 miliar. Pembangunan ruko Sampang oleh PT SM Asia Jaya Rp 8 miliar. Pembangunan Perumahan Citra Pratama oleh PT Sarana Papan Sejahtera Rp 4,8 miliar. Pembangunan Perumahan Taman Setia Budi Bercahaya oleh PT Kencana Tunggal Bina Karya Rp 53,9 miliar. Pembangunan SPBU Nelayan oleh KUD Mino Saroyo Rp 600 juta. Perusahaan lain yang menanamkan modal di Cilacap adalah PT Turangga Seta Mandiri yang bergerak di bidang pertambangan pasir besi dengan nilai investasi Rp 15 miliar. PT Prodia Widya Husada yang membangun Laboratorium Klinik di Jalan Gatot Soebroto Cilacap dengan nilai investasi Rp 400 juta. PT Anditama Wahana Sejahtera yang bergerak di bidang pembangunan perumahan dengan nilai investasi Rp 6 miliar. Perusahaan itu membangun perumahan PNS di Desa Cilibang, Kecamatan Jeruklegi. Jumlah rumah yang dibangun 300 unit, terdiri atas 200 unit tipe 21/70 dan 100 unit tipe 35/150. 794 Paket PT Sinar Pancaran membangun Perumahan Griya Sejahtera Asri di Jalan Rama, Kelurahan Gumilir, Kecamatan Cilacap Utara dengan nilai investasi Rp 2,7 miliar lebih. Perumahan yang dibangun di atas lahan seluas 11.606 m2 itu terdiri atas 75 unit. Terdiri atas rumah tipe 27/84 sebanyak 35 unit, tipe 36/100 (30 unit), dan tipe 45/120 (10 unit). Kegiatan investasi tersebut diimbangi dengan kegiatan pembangunan yang dilakukan Pemkab Cilacap. Pada 2005, total anggaran pembangunan ditetapkan melalui APBD II Rp 221.935.484.000. Dana sebesar itu untuk membiayai 794 paket kegiatan pembangunan. Antara lain untuk membiayai pembangunan fisik Rp 108.759.864.000 yang terdiri atas 375 paket. Sementara itu, untuk membiayai kegiatan nonfisik Rp 13.393.800.000. Bagi Pemkab, 2005 juga merupakan tahun pembangunan dunia pendidikan. Sebab, dana yang dialokasikan untuk sektor pendidikan cukup besar, Rp 7.584.330.000. Tahun 2005 dapat disebut sebagai tahun pembangunan dunia pendidikan karena sepanjang tahun itu Pemkab telah mampu merenovasi 83 unit sekolah negeri dan 87 unit sekolah swasta. Kegiatan renovasi gedung sekolah dilakukan secara merata dan berimbang antara sekolah negeri dan swasta. Kebijakan itu mendapat sambutan yang luar biasa dari kalangan tokoh pendidikan, masyarakat, dan agama. Kebijakan tersebut dinilai sebagai kebijakan yang adil. Sementara itu, kegiatan pembangunan di Cilacap yang dibiayai dengan dana APBN selama 2005 sebanyak 43 paket senilai Rp 71.182.187. 670. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dinas instansi vertikal. Kegiatan pembangunan yang dibiayai APBD Provinsi 19 paket senilai Rp 6.467.387.726. Yang dibiayai dengan dana bantuan Pemprov 14 paket senilai Rp 10.771.652.000. Yang dibiayai dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) 33 paket senilai Rp 4 miliar. Di 33 paket kegiatan yang dibiayai dengan dana DAK, 13 paket di antara di sektor kesehatan. Semangat Pemkab dalam merenovasi gedung sekolah mendapat dukungan Gubernur Mardiyanto. Terbukti, pada 2005 Gubernur memberikan bantuan bidang pendidikan Rp 3.465.660.000. Bantuan tersebut disalurkan untuk sekolah negeri sebanyak 38 paket dan untuk sekolah swasta atau pondok pesantren sebanyak 31 paket. Kegiatan fisik yang dilakukan Pemkab, sebagian besar berupa pembangunan jalan dan jembatan. Semua jalan di wilayah kota sekarang sudah di-hotmix. Tidak hanya jalan protokol tapi juga jalan-jalan kecil. Pengaspalan jalan juga dilakukan secara merata di setiap kecamatan dan desa. Sebagian besar anggota masyarakat di pedesaan sekarang sudah bisa menikmati jalan aspal. Meski tidak dimungkiri, masih ada ruas jalan yang sampai sekarang belum diaspal. Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Cilacap H Soedarno mengemukakan, kebijakan pembangunan yang diambil Pemkab bisa dirasakan manfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Sebab, sebagian besar dana pembangunan untuk membiaya pembangunan jalan dan jembatan. Terlepas dari kegiatan pembangunan tersebut, masyarakat Cilacap tetap menganggap pembangunan PLTU Batu Bara di Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan sebagai mega proyek yang paling monumental. Pembangunan PLTU yang diharapkan pada awal 2006 nanti sudah bisa dioperasikan itu menjadi tonggak sejarah bagi kebangkitan investasi di Cilacap. Dengan demikian, sangatlah wajar jika masyarakat kemudian mengusulkan kepada Bupati H Probo Yulastoro agar PLTU itu diresmikan langsung oleh Presiden Dr Susilo Bambang Yudhoyono.(Agus Sukaryanto-55j) |