logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Desember 2005 BANYUMAS
Line

Harga Beras Kembali Naik Rp 300/Kg

PURWOKERTO - Dalam sepekan terakhir, harga beras kembali merambat naik. Beras medium yang pada tingkat pedagang sebelumnya dijual Rp 3.000/kg, kini sudah Rp 3.300/kg. Pada tingkat konsumen, harga beras tersebut Rp 3.500/kg.

Kenaikan harga beras itu diakui oleh Ketua Asosiasi Perberasan Banyumas (APB) Agus Purwanto dan Kepala Bulog Subdivre IV Banyumas Imam Syafei.

''Hasil pantuan di pasar kemarin menunjukkan, harga beras kembali naik. Untuk beras dengan kualitas sama dengan yang dimiliki Bulog, harganya berkisar Rp 3.200 - Rp 3.300/kg. Sementara itu, beras baru dengan kualitas lebih bagus, di pedagang Rp 3.600 - Rp 3.700/kg,'' ungkap Imam Syafei kepada Suara Merdeka, kemarin.

Para pedagang, lanjut dia, dalam seminggu terakhir mengalami kesulitan pasokan beras. Hal itu terjadi lantaran kesulitan mendapatan gabah akibat tidak ada panen lagi. ''Saat ini sedang dalam masa paceklik. Petani baru menanam padinya dan panen pada Maret mendatang,'' ungkapnya.

Menurut keterangan Agus, permintaan beras dari Jakarta pada seminggu terakhir sebenarnya cukup tinggi. Namun, pedagang beras di daerah tak bisa memenuhi semua permintaan karena kesulitan mendapatkan gabah untuk diproses menjadi beras.

''Gabah yang ada pada tingkat petani sangat terbatas karena panen saat ini sudah jarang. Harga gabahnya tinggi, yaitu Rp 2.000/kg,'' tutur dia.

Selain faktor kesulitan mendapatan gabah, lanjut Agus menjelang Tahun Baru 2006 pengiriman beras dari daerah ke Jakarta juga sangat riskan akan gangguan keamanan. Di jalan raya, banyak gangguan keamanan terutama bajing loncat. Daripada berisiko rugi karena disatroni bajing loncat, tak semua permintaan pedagang Jakarta dipenuhi pedagang daerah. ''Saya memilih mengandangkan truk di garasi daripada menanggung risiko kehilangan beras di jalan. Permintaan dikirim jika ada jaminan keamanan,'' tandasnya.

Siap OP

Kepala Bulog Subdivre IV lebih lanjut mengemukakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan harga beras di pasar. Jika harga beras di pasar melambung hingga lebih dari Rp 3.500 per kilogram, Bulog siap untuk melakukan operasi pasar (OP).

''Pekan ini belum dilakukan OP karena harga masih di bawah Rp 3.500. Namun kalau sudah di atas harga tersebut, Bulog siap melakukannya. Stok di gudang masih mencukupi untuk keperluan OP,'' ujarnya.

Dia mengatakan, kenaikan harga beras sepekan terakhir ini juga karena beras ilegal yang diduga membanjiri pasar di Jakarta sudah habis. Pedagang di Jakarta kembali meminta pasokan dari daerah. Sementara itu, di daerah sedang paceklik sehingga permintaan tak terpenuhi hingga harga kembali naik. (G23-55j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA