logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 26 Desember 2005 NASIONAL
Line

Alkhidmah Jangan Ditunggangi Kepentingan Politik

SEMARANG-Jamaah Alkhidmah perlu mewaspadai masuknya kekuatan politik dengan segala kepentingannya. Kewaspadaan itu dimaksudkan untuk menjaga kemandirian dan keterbukaan organisasi itu. Dengan kekuatan massa besar yang dimiliki, bukan tak mungkin sejumlah organisasi politik melirik Alkhidmah untuk digunakan sebagai tunggangan.

Keputusan itu tercetus pada sarasehan dan halalbihalal Alkhidmah se-Indonesia, yang digelar untuk kali pertama di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Srondol. Kegiatan itu berlangsung tiga hari, dibuka di Pesantren Alfitrah Meteseh Tembalang, Jumat (23/12).

Acara diikuti oleh sekitar 600 jamaah perwakilan dari beberapa kabupaten/kota di seluruh Indonesia dan perwakilan Alkhidmah Singapura dan Malaysia. Hadir pula pada kesempatan itu, pengasuh Pesantren Alfitrah Kedinding Surabaya KH Ahmad Asrori Al Ishaqi, yang juga pendiri Alkhidmah.

''Harus dijaga dengan sungguh-sungguh, agar Alkhidmah tidak ditumpangi kepentingan politik,'' tegas KH Asrori, pada penutupan sarasehan di LPMP Srondol, Minggu (25/12).

Hingga saat ini, jamaah Alkhidmah yang merupakan perkumpulan pengamal tahlil, manaqib, dan maulidurrasul itu memiliki ratusan ribu anggota, tersebar di seluruh Indonesia.

Bahkan, di negeri jiran Singapura dan Malaysia, Alkhidmah juga memiliki cabang. Diprediksi, jumlah anggota organisasi itu akan terus berkembang pada masa-masa mendatang. Tak mengherankan, jika potensi massa Alkhidmah menjadi incaran sejumlah kekuatan politik di Indonesia.

Kendati memiliki anggota ratusan ribu orang, KH Asrori yang juga mursyid (guru) Thariqah Alqadiriyah wa Naqsabandiyah Al Utsmaniyyah lebib sepakat dengan jamaah (perkumpulan orang-red) dan bukan jam'iyyah (organisasi-red) untuk Alkhidmah. ''Kata jam'iyyah lebih sering dipakai oleh organisasi lain dan cenderung ditumpangi oleh kepentingan politik tertentu," tandasnya.

Organisasi Thariqah

Rangkaian kegiatan sarasehan dan halalbihalal diawali dengan pengajian akbar yang dipimpin oleh KH Ahmad Asrori di Pesantren Alfitrah Meteseh. Pengajian itu diikuti oleh puluhan ribu jamaah Alkhidmah dari Semarang dan sekitarnya. Hadir pada kegiatan itu Wakil Wali Kota Mahfudz Ali, Rektor Unissula Dr HM Rofiq Anwar SpPA, Ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Hasan Toha Putra, Rektor ITS Surabaya Prof Dr Ir HM Nuch DEA, serta Dekan Fakultas Da'wah lAIN Walisongo Drs H Aminuddin Sanwar MA.

Selain menyamakan misi dan visi jamaah Alkhidmah, sarasehan dan halalbihalal Alkhidmah se-Indonesia 2005 itu juga telah memilih kepengurusan jamaah Alkhidmah Indonesia periode 2006-2009 dengan H Hasanuddin SF sebagai ketua umum. Menurut ketua terpilih, Hasanuddin, tujuan jamaah Alkhidmah adalah membentuk anak saleh yang bisa mendoakan orang tua dan guru-gurunya. Dengan begitu, diharapkan, bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang lebih baik.

"Kami berharap dukungan dari seluruh jamaah supaya tujuan itu tercapai. Kami juga berusaha menjaga Alkhidmah sebagai organisasi thariqah yang terbuka dan mandiri," ujarnya,

Bersama Hasanuddin, ditetapkan kepengurusan jamaah Alkhidmah Indonesia, yang terdiri atas HM Joko Suyono (ketua I), Ir H Agus Priambodo (ketua II), Drs Awali (sekretaris I), Dra Heny Suryati (sekretaris II), Dr H Udang Suhiriyanto (bendahara I), dan HM Sriyanto (Bendahara ll).(H9-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA