Nasional
Senin, 26 Desember 2005 : 16.11 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Soal Panglima TNI, Komisi I Terserah Presiden
Jakarta, CyberNews. Komisi I DPR RI menyerahkan sepenuhnya perihal calon Panglima TNI yang akan diajukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada DPR, walaupun Komisi I DPR pernah membahas dan menyetujui Jenderal Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Endriartono Sutarto.

Hal itu disampaikan anggota Komisi I DPR RI (membidangi pertahanan dan keamanan, luar negeri dan informasi) Effendy Choirie kepada pers di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (26/12), berkaitan dengan rencana Presiden mengajukan satu nama sebagai Panglima TNI yang baru.

Effendy Choirie atau Gus Choi mengatakan, pihaknya berharap pengajuan Panglima TNI dilakukan sesegera mungkin agar bisa segera dibahas di Komisi I DPR. "Kita berharap diajukan pertengahan Januari 2006 sehingga surat Presiden itu bisa dibacakan dalam rapat paripurna DPR bersamaan dengan pembukaan masa persidangan," ujarnya.

Menurut Gus Choi, kalaupun tidak dibacakan dalam rapat paripurna DPR pada pembukaan masa persidangan Januari 2006 tidak masalah. "Yang terpenting pengajuan itu dilakukan secepatnya," katanya.

Mengenai pembahasan di DPR, lanjut Gus Choi, merupakan fit and proper test sesuai UU tentang TNI. Dalam kegiatan ini, DPR menyetujui atau tidak nama calon Panglima TNI yang diajukan Presiden. Pengajuan satu nama juga sesuai dengan UU tentang TNI. "Secara teori memang kita bisa menolak. Itu secara teori. Namun kalau menolak alasannya harus kuat," ungkapnya.

Berkaitan dengan sikap Komisi I yang dulu pernah membahas dan menyetujui nama Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI di era Presiden Megawati di mana pencalonan itu kemudian ditarik kembali oleh Presiden Susilo, Gus Choi mengakui, pihaknya memang pernah membahas dan menyetujui Ryamizard Ryacudu. "Kalau bisa memang Ryamizard. Kalau Ryamizard tidak diajukan lagi, ya itu terserah maunya Presiden," katanya.

Namun, Gus Choi memperkirakan, Presiden kemungkinan mengajukan Kepala Staf TNI AU Marsekal Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI. Alasan pengajuan itu adalah TNI AU belum pernah mendapat kesempatan. "Kalau TNI AL kan sudah pernah. Dulu di era Gus Dur," katanya.

Gus Choi mengatakan, selain pertimbangan kesempatan kemungkinan ada pertimbangan lain, yaitu Presiden terlebih dahulu memberi kesempatan kepada TNI AU kemudian akan memberi kesempatan kepada TNI AD menjelang Pemilu 2009. "Saya perkirakan menjelang Pemilu mendatang akan dilakukan pergantian Panglima TNI. Dan saat itu TNI AD yang akan mendapat kesempatan. Namun itu baru perkiraan," tambahnya.

( ant/cn05 )
  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA All rights reserved. No reproduction or republication without written permission